Mahkamah Syar’iyah Aceh Vonis Bebas Terdakwa Pemerkosa Keponakan 

Mahkamah Syar’iyah Aceh Vonis Bebas Terdakwa Pemerkosa Keponakan 
Diki Pratama (tengah)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Mejelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Aceh memvonis bebas Diki Pratama (35), terdakwa pemerkosa keponakan asal Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Aceh membatalkan putusan Mahkamah Syar’iyah Jantho yang memvonis Diki 16,6 tahun penjara.

Putusan bebas itu dibacakan Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Aceh yang diketuai Misharuddin, dan M Yusar serta Khairil Jamal, masing-masing sebagai hakim anggota pada Kamis, 20 Mei 2021.

"Menyatakan terdakwa Diki Pratama tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya sebagaimana dakwaan alternatif kedua yang diatur dalam Pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayah," begitu antara lain bunyi putusan tersebut.

Hakim juga memutuskan membebaskan Diki dari segala tuntutan hukum serta memerintahkan agar dia dikeluarkan dari tahanan.

Diketahui sebelumnya,  Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Jantho menjatuhkan hukuman selama 200 bulan atau 16,6 tahun penjara kepada Diki Pratama, salah satu dari dua terdakwa pemerkosa perempuan 11 tahun asal Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. 

Lihat: Ayahnya Dibebaskan, MS Jantho Vonis Paman Pemerkosa Keponakan 16,6 Tahun Penjara

Diki dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya sebagaimana ketentuan Pasal 49 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Sementara ayah kandung korban, Muhammad Akbar (33), yang juga dituntut melakukan hal serupa, dibebaskan karena dinilai tak terbukti bersalah.

Rubrik

Komentar

Loading...