Mahasiswa Desak Bupati Copot Kadinkes Aceh Barat, Ini Penyebabnya

Mahasiswa Desak Bupati Copot Kadinkes Aceh Barat, Ini Penyebabnya
ompany Teatrikal untuk Rakyat (Catur) menggelar aksi di Meulaboh

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Sejumlah mahasiswa  yang menamakan dirinya Company Teatrikal untuk Rakyat (Catur) menggelar aksi di Meulaboh, Kamis (26/10/2017). Mereka mendesak Bupati Aceh Barat Ramli MS mencopot Kepala Dinas Kesehatan dr. Zafril Luthfy.

Mereke menilai pelayanan dan kualitas kesehatan di bawah kepemimpinan Luthfy sangat bobrok.  

“Terakhir meninggalnya bayi 1,5 bulan warga Desa Lancong, Kecamatan Sungaimas. Bayi yang belum diberinama itu meninggal karena tidak adanya tindakan medis di Puskesmas setempat ketika itu,” kata Koordinator Aksi Edy Azhari Pranata dalam orasinya.

Dalam aksinya yang berlansung di kantor dinas kesehatan itu, para mahasiswa juga membentang sejumlah spanduk yang berisi kalimat desakan agar bupati segera mencopot Luthfy. Para mahasiswa juga melumuri badan mereka dengan cat sebagai ilustrasi buruknya pelayanan kesehatan di sana.

Mereka juga menjinjing replika keranda sehingga menarik perhatian seluruh pegawai kantor tersebut.

“Kinerjanya sudah tak layak diandalkan lagi, pejabat yang berkinerja buruk itu dibuang saja, tak usah dipakai lagi bikin orang banyak mati,” ujar Edy diamini peserta aks lainnya.

Hampir satu jam mahasiswa menggelar aksi teatrikal di halaman Dinkes tersebut, dr Luthfi akhirnya keluar menemui mereka.

Di depan pendemo, Luthfy menjelaskan ihwal meninggalnya bayi 1,5 bulan di Puskesmas Sungaimas baru-baru itu. Menurut dia, hal itu sudah takdir tuhan. “Namun kelalaian petugas juga patut disalahkan,” katanya.

Menurut Luthfy, saat bayi tersebut dilarikan ke puskesmas tersebut, sesungguhnya petugas ada di sana. “Cuma karena dokternya yang tidak ada, sebab jarak Meulaboh dengan Sungaimas itu 60 kilometer, jadi jadwal dokter disana pun tidak tiap hari,” ujar Luthfy.

Soal jabatannya yang disorot mahasiswa, dia menilai bahwa itu adalah kepercayaan. “Jika sudah tidak dipercayakan lagi, ya dicopot saja, wong jabatan itu amanah tak baik kita bertahan terus pada salah satu jabatan, lagi pula sudah hampir lima tahun saya jadi Kadinkes Aceh Barat,” ujarnya.

Aksi yang dikawal ketat puluhan personil polisi itu berakhir pada pukul 13.00 WIB.

“Catur memberikan limit waktu satu bulan, jika belum ada pencopotan aksi besar besaran akan terjadi,” ancam Edy Azhari.

Rubrik

Komentar

Loading...