Lusa Lebaran, Jerih Perangkat Desa di Pidie Sudah Lima Bulan Belum Cair

Lusa Lebaran, Jerih Perangkat Desa di Pidie Sudah Lima Bulan Belum Cair

BERITAKINI.CO, Sigli | Pemerintah Kabupaten Pidie belum mencairkan jerih para perangkat gampong sejak Januari-Mei 2020.

Kondisi telah membuat geuchik dan perangkatnya kelabakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi memenuhi keperluan Lebaran Idul Fitri.

Geuchik Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Mila, Syukri kepada wartawan mengatakan bahwa kewajiban mereka menyelesaikan Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) sebetulnya sudah tuntas. Bahkan, anggaran tahap pertama juga telah cair.

“Dana Desa (DD) tahab pertama dari transfer pusat sudah masuk pada 10 Ramadan lalu, namun dana itu diperuntukkan bagi program fisik dan Bantuan Langsung Tunai Covid-19,” kata Syukri yang juga ketua Forum Geuchik Kecamatan Mila, Jumat (22/5/2020).

Adapun anggaran untuk membayar jerih para perangkat desa, kata Syukri, bersumber dari Anggaran Dana Gampong (ADG) APBK Pidie 2020.

“Sudah lima bulan ADG tidak dicairkan oleh pemerintah dan kita sudah tanyakan ke DPMG, mereka bilang suruh sabar karena masih dalam proses, namun sampai saat ini, belum juga dicairkan,” timpa Syukri.

Kepala DPMG Kabupaten Pidie, Samsul Azhar yang dikonfirmasi terpisah mengatakan jumlah gampong yang sudah mencairkan dana desa baru 175 gampong dari total 730 gampong di Kabupaten Pidie.

Sementara pencairan seluruh dana ADG masih dalam proses, pihaknya sudah mengumpulkan seluruh bahan yang diperlukan untuk proses pencairan.

Namun pihaknya memastikan, ADG tidak akan cair sebelum hari raya Idul Fitri yang hanya tinggal dua hari lagi.

Sebab, kata Samsul, berkas tersebut harus diverifikasi oleh tim yang dibentuk DPMG Pidie.

“Hari kerja kan tinggal hari ini satu hari lagi, seletah itu Idul Fitri. Mungkin akan cair setelah hari raya secara bertahap,” kata Samsul.

Rubrik

Komentar

Loading...