LKPJ 2020: DPRA Beri Ratusan Rekomendasi untuk Gubernur Aceh, Termasuk Soal Kapal Aceh Hebat

LKPJ 2020: DPRA Beri Ratusan Rekomendasi untuk Gubernur Aceh, Termasuk Soal Kapal Aceh Hebat

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah menyampaikan rekomendasinya atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2020, dalam rapat paripurna, Senin, 7 Juni 2021.

Di mana sebelumnya, DPRA melalui panitia khusus (pansus), sudah lebih dulu melakukan pembahasan dan penelaahan atas LKPJ yang diserahkan gubernur Aceh pada Jumat, 16 April 2021 lalu itu.

LKPJ Gubernur Aceh 2020 sendiri adalah laporan yang memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menyangkut pertanggungjawaban kinerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh selama tahun anggaran 2020. 

Tahun lalu, Pemerintah Aceh ditopang dengan anggaran belanja senilai Rp 15,82 triliun lebih untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan tersebut.

Dalam LKPJ yang diserahkan ke DPRA, Pemerintah Aceh pun melaporkan banyak pencapaian positif selama tahun anggaran tersebut.

Lihat: Klaim Pencapaian Nova di Kinerja Pelayanan Dasar Urusan Pendidikan, Check!

Tapi DPRA memiliki penilaian lain. "Berdasarkan telaahan terhadap dokumen LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2020 dan hasil kunjungan ke lapangan, DPRA menemukan banyak masalah di hampir semua urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh," kata Juru Bicara Pansus LKPJ Gubernur Aceh, Sulaiman SE, dalam rapat paripurna, kemarin.

Salah satunya pada Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang diselenggarakan oleh puluhan SKPA.

DPRA mengeluarkan sedikitnya 120 rekomendasi untuk ditindaklanjuti.

Di antaranya tentang realisasi Kapal Aceh Hebat 1,2, dan 3 pada Dinas Perhubungan Aceh.

Kapal yang dibeli dengan harga fantastis tersebut itu kerap mengalami persoalan pada pengoperasianya.

"Kapal Aceh Hebat 1, lintasan Pantai Barat Simeulue, perlu dilakukan audit karena pernah mati di tengah laut," kata Sulaiman. 

Selanjutnya Kapal Aceh Hebat 2, rute Ulee-Lheue Balohan perlu dikaji kembali agar tak terulang kasus karam seperti KMP Gurita.

"Kemudian Kapal Aceh Hebat 3 untuk lintasan Singkil Pulau Banyak yang pengadaannya baru satu tahun namun sudah pernah mengalami kerusakan mesin di laut," katanya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...