Limbah PT Socfindo Mengalir ke Sungai Cinendang di Singkil, Warga Mulai Gatal-Gatal

Limbah PT Socfindo Mengalir ke Sungai Cinendang di Singkil, Warga Mulai Gatal-Gatal

BERITAKINI.CO, Singkil | Satu kolam penampungan limbah pabrik kelapa sawit PT Socfindo Lae Butar jebol beberapa hari lalu.

Tumpahan lantas mengalir ke Sungai Cinendang. Dampaknya, warga di bantaran sungai yang mengkonsumsi air terdampak limbah, dilaporkan mulai mengalami gatal-gatal.

"Ya berdampaklah pak, anak anak sudah mulai mengalami penyakit kulit, gatal-gatal," kata Syamsudin Bungus, warga Gampong Tanah Merah, Gunung Meriah, Singkil kepada BERITAKINI.CO, Kamis (4/10/2018).

Baca: Walhi Minta Pemkab Singkil Tegas Soal Limbah PT Socfindo Penuhi Sungai Cinendan

Ia mengaku masyarakat sangat dirugikan karena limbah tersebut. Apalagi, sebanyak 70 persen masyarakat di Gampong Tanah Merah masih menggunakan sungai untuk kebutuhan sehari hari.

“Tentu kesulitan karena sungai ini untuk konsumsi kami, selain itu untuk pencaharian warga sekitar yang kebanyakan mengais rejeki dari sungai,” katanya.

Baca: Tanggul Jebol, Limbah PT Socfindo Penuhi Sungai Cinendang di Aceh Singkil

Saat ini, kata Syamsuddin, penghasilan nelayan menurun drastis lantaran tidak bisa menjaring ikan di sungai yang dipenuhi limbah itu.

“Ketika diangkat jaringnya tak nampak sudah dilumuri limbah seperti jeli. Sementara airnya saat terpapar limbah itu, sudah hitam pekat,” katanya.

Karena kejadian itu, kata Syamsuddin, sebagian nelayan beralih profesi sementara untuk mencari daun Puri untuk dijual.

Ia pun berharap pemerintah dan perusahaan tersebut dapat memikirkan dampak yang telah merugikan warga tersebut.

Sementara Kepala Pabrik PT Socfindo Syamsul mengatakan bahwa tanggul kolam yang longsor merupakan milik warga setempat yang bekerjasama dengan perusahaan untuk pembuangan kolam lumpur pengorekan kolam limbah nomor 2.

"Saat kejadian itu hujan lebat, paginya langsung ditangani dengan menimbun lagi yang longsor,” katanya, Kamis (4/10/2018).

Ia menampik longsor tersebut akibat kelalaian, karena menurutnya hal itu murni faktor alam.

Dia juga mengungkapkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan pihak kepolisian sudah mengambil sampel air di sungai tersebut untuk diuji di laboratorium.

"Kita tunggu sama sama hasilnya," katanya. | IDRUS

Rubrik

Komentar

Loading...