Lima Terdakwa Korupsi Proyek Rehab Jalan Jembatan Simeulue Kembali Dapat Perpanjangan Tahanan Rumah

Lima Terdakwa Korupsi Proyek Rehab Jalan Jembatan Simeulue Kembali Dapat Perpanjangan Tahanan Rumah

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Lima orang terdakwa korupsi proyek Pemeliharaan Jalan-Jembatan di Simeulue kembali mendapatkan perpanjangan tahanan rumah.

Pengadilan Tinggi Aceh mengabulkan permohonan kelimanya terhitung sejak 3 Mei 2021-1 Juni 2021.

Adapun lima terdakwa tersebut masing-masing Ali Hasmi, sebagai kepala Dinas PUPR Simeulue, Bereueh Firdaus sebagai Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Afit Linon sebagai Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Iis sebagai Pejabat Pengadaan, Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), dan Dedi Alkana selaku kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Simeulue.

Humas Pengadilan Negeri Banda Aceh Sadri mengatakan, dengan berakhirnya masa tahanan rumah tahap kedua oleh Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh selama 60 hari, maka menurut Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), terdakwa dapat kembali mengajukan permohonan perpanjangan.

"Ketua Pengadilan Tinggi Aceh telah mengabulkan penahanan rumah selama 30 hari terhitung dari 3 Mei hingga 1 Juni 2021,” ujar Sadri, Selasa (4/5/2021).

Permohonan tersebut, kata Sadri, atas permintaan terdakwa serta keluarga yang disampaikan kepada majelis hakim dan Pengadilan Tinggi Aceh.

Sebelumnya, majelis hakim telah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ke tahanan rumah sejak 17 Februari sampai 3 Maret 2021. 

Usai 30 hari, Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh kembali memberikan masa perpanjangan menjadi 60 hari atau sejak 3 Maret hingga 3 Mei 2021.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...