Empat Rekanan Pemenang Proyek Multi Years yang Terindikasi Tak Sesuai Prosedur

Empat Rekanan Pemenang Proyek Multi Years yang Terindikasi Tak Sesuai Prosedur

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Auditor Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menemukan proses lelang empat dari 15 paket multi years contract (MYC) terindikasi tak sesuai prosedur.

Auditor pun telah merekomendasikan agar penetapan pemenang dibatalkan, dan proyek-proyek tersebut dilelang ulang.

Kepala BPKP Perwakilan Aceh Indra Khaira Jaya yang dikonfirmasi membenarkan temuan tersebut.

“Kita memang sudah menguji proses (lelang)nya. Apakah ada unsur pengendali satu tangan, atau kerja sama. Tapi tak cukup dari itu, ibaratnya jika pun ada kerjasama, tapi tidak ada efek buruknya, kan tidak bisa. Makanya kita telusuri lagi. Melakukan probity audit untuk melihat dari segi integritas, kebenaran dan kejujuran dari tender tersebut,” katanya.

Alhasil, ditemukan lah unsur persaingan tidak sehat tersebut.

“Dari 15 paket itu memang ada yang kita beri warning, sekira empat paket, karena ada yang terindikasi resiko, di antaranya persaingan tidak sehat, sehingga perlu dilelang ulang,” katanya.

Empat Paket Multi Years Terindikasi Tak Sesuai Prosedur

Indra menjelaskan, temuan diperoleh setelah auditor melakukan uji jejak digital dan upload dokumen.

“Jadi perlu dipertimbangkan untuk dilakukan pelelangan ulang di paket ruas Peuruelak-Lokop-Batas Gayo Lues segment 1-3 dan Ruas Simpang Tiga Redelong-Pondok Baru-Samar Kilang,” kata Indra, Selasa (29/12/2020).

Lelang ulang ini dinilai ini penting agar tidak bertentangan Pasal 7 Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Di mana semua pihak harus memenuhi etika pengadaan barang/jasa untuk tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat persaingan usaha tidak sehat,” katanya.

Empat Rekanan Pemenang Lelang

Penelusuran BERITAKINI.CO di laman LPSE Pemerintah Aceh, total pagu empat paket yang terindikasi tak sesuai prosedur tersebut mencapai Rp 883,4 miliar.

Keempat paket tersebut masing-masing dimenangkan PT Perapen Prima Mandiri pada Paket Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues (Segmen 1) dengan nilai penawaran Rp 183,4 miliar lebih dari pagu Rp 201,9 miliar.

Kemudian PT Sumbersari Ciptamarga pada Paket Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues (Segmen 2) dengan nilai penawaran Rp 172,8 miliar dari pagu Rp 205,8 miliar lebih.

Lalu PT Wanita Mandiri Perkasa pada Paket Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues (Segmen 3) dengan nilai penawaran Rp 204,2 miliar dari pagu Rp 223,2 miliar.

Selanjutnya PT Galih Medan Persada pada Paket Peningkatan Jalan Simpang Tiga Redelong-Pondok Baru-Samar Kilang dengan nilai penawaran Rp 228,2 miliar dari Pagu Rp 252,6 miliar lebih.

Editor
Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...