Lima Personil Polres Aceh Timur Dipecat, Ini Kasus-kasusnya

Lima Personil Polres Aceh Timur Dipecat, Ini Kasus-kasusnya

BERITAKINI.CO, Idi | Lima anggota Polres Aceh Timur diberhentikan dengan tidak hormat dari anggota Polri.

Tiga di antaranya dipecat karena terlibat kasus narkoba. Mereka adalah Ikhsan Reda (sebelumnya berpangkat Aipda), Mulyadi (Briptu), dan Noval Fahlevi (Briptu).

Sementara dua lainnya disersi atau mangkir dari tugas, mereka adalah Yudi Harianto (sebelumnya berpangkat Aipda) dan Irwan (Brigadir).

PDTH terhadap lima anggota Polri tersebut juga berdasarkan Keputusan Kapolda Aceh Nomor: Nomor: KEP/151/V/2020 Tanggal 5 Mei 2020 Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Dari Dinas Polri.

Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PDTH) dikemas dalam sebuah upacara pelepasan atribut Polri yang berlangsung secara in absensia, Kamis (28/5/2020).

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro.

Sebagai simbol, anggota Satuan Sabhara Polres Aceh Timur membawa foto kelima anggota yang diberhentikan tersebut.

Kapolres Aceh Timur Eko Widiantoro menyampaikan, kelima anggota Polri yang diberhentikan tersebut karena terbukti melakukan pelanggaran, tindak pidana, dan meninggalkan tugas seperti yang diatur pada Pasal 11 huruf (a) dan Pasal 12 ayat 1 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri.

“Dengan berbagai pertimbangan serta pilihan terakhir maka dilakukanlah sidang Komisi Kode Etik yang pada akhirnya terbitlah surat pemberhentian tidak dengan hormat,” kata Eko.

“Peristiwa seperti ini tentunya sangat disayangkan oleh kita semua. Namun demi organisasi yang kita cintai ini, maka upacara PTDH ini pun tetap laksanakan.”

Menurutnya, hal ini merupakan implementasi dari komitmen Polri untuk menegakkan disiplin anggota yakni dengan memberikan reward kepada anggota yang berprestasi dan memberikan punishment kepada anggota yang melanggar disiplin.

Kapolres mengklaim upaya penegakan disiplin dan Kode Etik Kepolisian sangat dibutuhkan guna terwujudnya pelaksanaan tugas dan tercapainya profesionalisme Polri.

“Sangat tidak mungkin penegakkan hukum dapat berjalan dengan baik, apabila penegak hukumnya sendiri tidak disiplin dan tidak profesional,” terangnya.

Dia menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan tugas Polri selain ditentukan oleh kualitas pengetahuan dan keterampilan teknis, juga ditentukan oleh perilaku setiap personil Polri. Sehingga dapat menghayati dan menjiwai etika profesi kepolisian yang tercermin pada sikap dan perilakunya.

"Keputusan ini tentu merupakan hal berat.  Namun Polres Aceh Timur  tidak boleh ragu. Institusi Polri yang terus berupaya membangun kepercayaan, bertugas secara profesional, modern dan terpercaya, namun dikotori dan dirusak oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, tidak disiplin, serta melanggar peraturan dan kode etik Polri," katanya.

Ia juga mengingatkan agar upacara PTDH ini hendaknya dapat dijadikan bahan introspeksi dan evaluasi bagi seluruh anggota Polri jajaran Polres Aceh Timur.

“Menjadi anggota Polri merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan yang diraih tidak dengan mudah. Sehingga diharapkan setiap anggota menyadari untuk tidak melakukan tindakan indispliner, tindak pidana, maupun melanggar kode etik Polri,” katanya.

Ditambahkannya, kebijakan pimpinan Polri untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul, personel jajaran Polres Aceh Timur diharapkan meningkatkan kinerja dan kedisplinan dalam melaksanakan tugas selaku pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya Kapolres memberi penegasan kepada seluruh anggota Polres Aceh Timur untuk melaksanakan tugas dengan profesional, ikhlas juga penuh rasa tanggungjawab sebagai takdir sekaligus amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Hindari tindakan yang dapat mencederai citra Polri di masyarakat. Tingkatkan kedisiplinan, kinerja, pengetahuan dan keterampilan sehingga terwujud personel Polri Polres Aceh Timur yang profesional, modern dan terpercaya.

Rubrik

Komentar

Loading...