Lima Bekas Pimpinan DPRK Pidie Masih Kuasai Mobil Dinas, Bupati Didesak Buat Laporan Penggelapan

Lima Bekas Pimpinan DPRK Pidie Masih Kuasai Mobil Dinas, Bupati Didesak Buat Laporan Penggelapan

BERITAKINI.CO, Sigli | Lima unit mobil plat merah jenis Toyota Fortuner masih dikuasai mantan pimpinan Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie.

Bahkan, ada dua unit Toyota Fortuner yang dipinjam pakai pimpinan DPRK Pidie periode 2009-2014, Cut Nursulaili dan Abd Hamid, belum dikembalikan.

Sementara tiga mobil lainnya masih dikuasai bekas pimpinan DPRK Pidie periode 2014-2019, Muhammad AR, Jamaluddin, dan Usman M Yusuf.

Peraktisi Hukum Muharramsyah mendorong pemerintah tegas menjaga aset Pemkab Pidie tersebut.

Barang-barang itu harus segera dikembalikan sesuai perjanjian, yakni lima tahun.

"DPRK Pidie yang notabennya sebagai lembaga pembuat produk hukum justru tidak taat hukum, karena telah melanggar klausul perjanjian pinjam pakai dengan Pemkab Pidie," kata Muharramsyah, Senin (21/10/2019).

Muharram bahkan meminta gubernur untuk segera memberikan warning dan punishment kepada para pimpinan DPRK, dengan harapan kejadian serupa ini tidak terulang lagi pada masa yang akan datang.

Menurut Muharram, penguasaan aset daerah secara tanpa hak berpotensi merugikan negara dan masuk dalam wilayah tindak pidana korupsi.

Bupati Pidie, selaku kuasa pengguna barang atas lima unit mobil tersebut harus segera membuat laporan polisi atas dugaan tindak pidana penggelapan.

"Masa masih ngotot mau memakai apa yang bukan menjadi haknya. Dinas keuangan, sekwan, dan sekda tak boleh diam, harus tegaslah. Bila perlu buat laporan kehilangan kepada polisi," tagasnya.

Sekretaris DPRK Kabupaten Pidie, Sayuti Muhktar yang dikonfirmasi terpisah mengaku lima unit Toyota Fortuner masih berada di tangan mantan pimpinan DPRK Pidie, mulai periode 2009-2014 dan perode 2014-2019.

Menindaklanjuti aset daerah tersebut, kata Sayuti, pihaknya sudah menyurati dua mantan pimpinan DPRK yang menguasai aset daerah tersebut agar bisa dikembalikan.

"Dua pimpinan DPRK lama sudah kami surati, setelah itu nanti dua mantan pimpinan baru," kata Sayuti.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...