Lima Anak Buahnya Dipenjara Terkait Kasus Korupsi, Erli Hasim Sambangi Rutan Kajhu

Lima Anak Buahnya Dipenjara Terkait Kasus Korupsi, Erli Hasim Sambangi Rutan Kajhu
Erli Hasim

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Bupati Simeulue Erli Hasim terpantau mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh, di Kajhu, Kabupaten Aceh Besar, Senin (1/2/2021).

Di mana diketahui, di rutan itu saat ini mendekam lima anak buahnya yang merupakan PNS pada Dinas PUPR Simeulue.

Mereka adalah tahanan kejaksaan yang merupakan tersangka kasus korupsi proyek pemeliharaan jalan dan jembatan Simeulue tahun anggaran 2017-2018.

Di mana berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh, ditemukan adanya kerugian negara senilai Rp 5,7 miliar dari total anggaran senilai Rp 10,5 miliar.

Lihat: Jaksa Tahan Lima Tersangka Korupsi Proyek Pemeliharaan Jalan-Jembatan Simeulue

Dari jumlah kerugian itu, senilai Rp 1,4 miliar di antaranya telah dikembalikan.

Amatan BERITAKINI.CO, Erli datang bersama pengacara para tersangka ke rutan tersebut.

Ditemui BERITAKINI.CO di luar rutan, Erli mengakui sempat bertemu dengan para bawahannya itu.

“Ya, cuma sebentar. Saya sampaikan saja untuk menjalani ini dengan kesabaran,” kata Erli.

Lihat: Erli Hasim dan Jejak Proyek Pemeliharaan Jembatan Rp 10,8 Miliar yang Diduga Fiktif di Simeulue

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Simeulue akan memberikan pendampingan kepada para PNS tersebut.

“Jadi semuanya kita ikuti, berdasarkan regulasi yang ada. Sejauh ini, semuanya kan masih pada tataran sebagai tersangka dan diduga. Soal bersalah apa tidak, nanti masih ada pengadilan yang memutuskan. Maka semua akan kita serahkan sesuai dengan mekanisme dan proses yang ada,” kata Erli.

Dia juga mengatakan menghormati segala sesuatu yang sedang dilakukan penegak hukum.

“Jadi teman-teman saya minta untuk bersabar untuk bisa menjalani prosesnya. Kita akan tetap melakukan pembuktian apa yang disangkakan itu tidak benar. Nanti akan ada ahli juga yang akan kita hadirkan,” katanya.

“Karena kalau menurut kita, menurut pemahaman kita, tidak ada  uang dikorupsi sehingga tidak ada aliran dana ke mana-mana.”

Rubrik

Komentar

Loading...