Lebih Mematikan Mana, Polusi Udara atau Asap Rokok?

Lebih Mematikan Mana, Polusi Udara atau Asap Rokok?
Lebih bahaya mana asap rokok atau polusi udara (Foto: Energylivenews)

BERITAKINI.CO | Saat ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan polusi udara yang ada di Jakarta. Ya, Jakarta yang menjadi Ibu Kota Indonesia dinobatkan sebagai kota paling berpolusi di dunia versi AirVisual. Tentunya hal ini mengejutkan warga Ibu Kota hingga sebagian dari mereka khawatir untuk beraktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data yang diambil pada 25 Juni 2019, Jakarta menempati kota dengan tingkat polusi udara terbesar di dunia, disusul dengan Lahore Pakistan, Hanoi Vietnam, Dubai dan Wuhan China. Jakarta berada di posisi tertinggi dengan tingkat polutan sebesar 240 dan masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Tentunya polusi udara ini sangat berbahaya bagi kesehatan sistem pernapasan manusia karena memiliki banyak partikel polutan yang bisa memicu terjadinya kanker paru-paru. Di sisi lain, tanpa Anda sadari ruang publik masyarakat bebas asap juga semakin sedikit karena banyaknya perokok di Indonesia.

Lantas lebih bahaya mana, seseorang yang menghirup polusi udara atau seorang perokok maupun orang yang terpapar asap rokok? Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR pun mencoba untuk menjelaskannya.

Menurutnya setiap emisi yang dihasilkan oleh pembakaran akan menghasilkan gas dan polutan. Polutan inilah yang akan berbahaya apabila terhirup oleh manusia. Pada rokok, terdapat polutan berbahaya yang bersifat karsinogen dan bahan kimia lainnya sehingga hal inilah yang dapat menyebabkan kanker paru-paru.

“Beberapa bahan ada yang bersifat karsinogen yang menyebabkan kanker paru. Kalau bahan bersifat karsinogen dapat mengubah sel yang normal menjadi sel kanker. 86 persen kanker paru diakibatkan oleh perokok. Data internasional kanker yang disebabkan oleh polusi hanya 3-5 persen,” terang Dr. Agus Dwi, dalam acara PDPI yang bertajuk Menyikapi Polusi Udara Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Lebih lanjut Dr. Agus menjelaskan alasan seorang perokok lebih berpotensi mengalami kanker paru-paru ketimbang terpapar polusi udara. Salah satu hal yang adalah penggunaan rokok dengan cara dihisap dengan mulut. Asap yang memang sengaja tertelan lebih banyak mengandung zat berbahaya ketimbang polusi yang tak sengaja terhirup.

“Merokok lebih bahaya karena dihisap dan karsinogennya yg masuk jauh lebih besar. Asap yang masuk ke dalam mulut akan mengalir ke sinus, tenggorokan, paru, bahkan lambung. Berbeda dengan polusi yang tidak dihirup secara konstan setiap hari, pasti akan lebih lama terbentuk kanker daripada orang yang sengaja merokok,” tuntasnya.

Dokter Agus Dwi juga mengatakan asap kendaraan bermotor sama seperti rokok yang hasil pembakarannya disebut dengan emisi. jadi bukan berarti polusi tidak berbahaya bagi kesehatan. Untuk mencegah terhisapnya udara ke dalam sistem pernapasan masyarakat bisa menggunakan masker yang berfungsi untuk memfiltrasi.

“Asap kendaraan bermotor sama seperti rokok yang disebut emisi. Emisi itu bisa berupa gas dan partikel. Namun perlu diingat, penyumbang polusi terbesar di outdoor memang polusi udara, namun asap rokok menyumbang polusi udara paling banyak di indoor,” tuntasnya. | okezone.com

Komentar

Loading...