Lansia Pemerkosa Keponakan Divonis 190 Bulan Penjara di Pidie

Lansia Pemerkosa Keponakan Divonis 190 Bulan Penjara di Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Majelis Hakim Mahkamah Syar'iyah Sigli memvonis An (62) pria uzur warga Delima, Kabupaten Pidie divonis 190 bulan penjara.

Dia dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan. Vonis itu dibacakan dalam sidang pamungkas pada Senin (7/6/2021).

Lihat: Setahun Menduda, Pak Wa Perkosa Keponakannya Sendiri di Pidie

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pidie, Muhammad Abdul yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Selasa (8/6/2021) mengatakan, vonis yang dijatuhi majelis hakim Mahkamah Syar'iyah (MS) Sigli terhadap terdakwa An sama seperti yang dituntut JPU.

Sebelumnya, JPU mendakwa An melanggar Pasal 50 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, sehingga An dituntut 190 bulan penjara.  

Dalam pasal tersebut, setiap orang yang dengan sengaja melakukan jarimah pemerkosaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 terhadap anak diancam dengan uqubad takzir cambuk 150 kali, paling banyak 200 kali atau denda paling sedikit 1.500 gram emas dan maksimal 2000 gram emas murni, atau penjara paling singkat 150 bulan dan paling lama 200 bulan. 

Adapun pertimbangan majelis hakim menjatuhi hukuman tersebut antara lain, perbuatan pelaku telah membuat korban mengalami gangguan kejiwaan dan merusak masa depan korban yang masih di bawah umur. 

"Seharusnya, terdakwa sebagai keluarga melindungi korban, tapi malah merusak masa depan korban," kata Muhammad Abdul.

Sebelumnya, An ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie atas laporan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan pelaku berulang kali. 

Hasil penyelidikan, korban sebut saja bunga yang baru bersusia 16 tahun, diduga mengalami perlakuan tidak senonoh dari pelaku yang tidak lain adalah suami dari kakak kandung ibunya (pak wa). 

Aksi bejat pelaku terhadap korban sudah dilakukan pelaku sejak Januari 2021 lalu.

Terakhir pada 7 Maret 2021, pelaku kembali menyetubuhi korban dengan memanfaatkan rumah korban yang sedang sepi. 

Setelah melakukan serangkain perbuatan bejatnya, pelaku mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatan pelaku kepada orang lain. 

Korban yang tidak tahan dengan perbuatan pelaku akhirnya buka mulut. Dia menceritakan semua yang dialami alaminya kepada kekak kandung dan kemudian dilapor kepada pihak kepolisian. 

Dalam proses penyelidikan diketahui, sudah setahun tersangka hidup menduda setelah istrinya meninggal dunia.

Rubrik

Komentar

Loading...