Lagi, Polresta Banda Aceh Ungkap Prostitusi Online, Seorang Germo Ditangkap

Lagi, Polresta Banda Aceh Ungkap Prostitusi Online, Seorang Germo Ditangkap
Sejumlah perempuan yang diamankan polisi saat pengungkapan prostitusi online pada Oktober 2017 lalu

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tim dari Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda berhasil mengungkap praktik prostitusi online, Rabu (21/3/2018). Informasi yang dihimpun, polisi mengamankan seorang pria yang diberperan sebagai germo. 

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Taufik membenarkan adanya pengungkapan tersebut. Namun Taufik hanya menjawab singkat.

“Benar, tapi untuk lengkapnya akan ada rilis dari pak kapolres besok,” kata Taufik yang dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kamis malam.

Sementara informasi yang dihimpun, pengungkapan ini dilakukan dengan cara menyamar sebagai pelanggan setelah sebelumnya petugas mendapat informasi tentang adanya praktik prostitusi online tersebut.

Petugas yang menyamar tersebut lantas menghubungi seorang germo berinisial RS (27). Pria ini tercatat sebagai warga Dusun XII P Garib, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, pada Rabu (21/3/2018).

RS diperkirakan mengambil keuntungan dari setiap calon pelanggan melalui bisnis prostitusi secara online tersebut.

Dari komunikasi yang terbangun melalui WhastApp, RS menawarkan beberapa wanita dengan cara mengirimkan foto-fotonya.

Untuk satu orang wanita dibandrol Rp 2 juta. Petugas kabarnya berpura-pura memesan dua wanita dengan tarif total Rp 4 juta.

Transaksi disepakati pada pukul 23.00 WIB, Rabu (21/3/2018) di salah satu Hotel di Jalan Soekarna-Hatta, Darul Imarah, Aceh Besar.

Pelaku mengantar seorang wanita ke tempat di maksud dengan menggunakan sepeda motor.

Pria berinisial RS bersama sejumlah perempuan yang diamankan polisi

Transaksi berlangsung di salah satu kamar di hotel tersebut. Setelah itu, RS hendak kembali dan sang wanita tetap berada dalam kamar.

Saat hendak meninggalkan lokasi, petugas langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti di tangannya. RS lantas diboyong ke Mapolresta Banda Aceh.

Selain itu, polisi kabarnya juga mengamankan barang bukti berupa tas jinjing, uang tunai Rp 4 juta, 5 unit handphone, dan satu unit sepeda motor.

Pengungkapan ini bukanlah yang pertama. Pada Oktober 2017 lalu, Polresta Banda Aceh juga berhasil mengungkap praktik serupa.

Baca: Ada Prostitusi Online di Banda Aceh, Segini Tarifnya

Polisi juga menangkap seorang germo dan mengamankan sejumlah perempuan muda.

Rubrik

Komentar

Loading...