L300 Pengangkut BBM Terbakar di Aceh Timur, Lalap Satu Rumah, Kios dan Dua Sepeda Motor

L300 Pengangkut BBM Terbakar di Aceh Timur, Lalap Satu Rumah, Kios dan Dua Sepeda Motor
Api membakar rumah dan kios di Aceh Timur

BERITAKINI.CO, Idi | Satu rumah, sebuah kios dan dua sepeda motor di Dusun Buket Mesjid, Desa Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur ludes terbakar, Senin (18/5/2020) sekira pukul 18.45 WIB.

Api diduga berasal dari sebuah mobil jenis minibus Mitsubishi L300 yang terbakar persis di depan rumah milik Syamaun tersebut.

Kapolres Aceh Timur melalui Kapolsek Ranto Peureulak Ipda Wisnu Bramantyo mengatakan, hasil pemeriksaan, Mitsubishi L-300 BA 1471 BU yang telah dimodifikasi dengan membuka seluruh jok penumpangnya tersebut diketahui mengangkut sebanyak 30 jeriken atau sekira 1 ton minyak solar.

Mobil yang dikendarai oleh Budiawan (22), warga Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang bersama istrinya Irma Dani, (28), asal Desa Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Langkat, Suamtera Utara, tersebut diketahui hendak memasok BBM yang dijual eceran itu kepada kios Syamaun.

Mitsubishi L300 yang telah dimodifikasi untuk mengangkut BBM

Wisnu Bramantyo mengungkap bahwa BBM jenis solar yang diangkut Budiawan tersebut dibeli di SPBU Seumadam, Aceh Tamiang pada Senin siang.

Adapun minyak tersebut diketahui milik tokenya yakni Sembiring (40), warga Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabuapten Aceh Tamiang.

“Belum diketahui pasti dengan harga berapa dibeli BBM tersebut di SPBU itu,” Wisnu Bramantyo.

“Karena sebelumnya Sembiring sudah pernah bertransaksi jual beli minyak solar dengan Syamaun secara eceran, maka kali ini Dia hanya memerintahkan pekerjanya yang bernama Budiawan tersebut.”

Sesampainya di rumah Syamaun sekira pukul 18.30 WIB atau menjelang berbuka puasa, Budiawan langsung memarkirkan mobilnya itu di bawah pohon depan rumah Syamaun yang hanya berjarak sekitar meter saja.

Sebelumnya ia sempat membunyikan klakson mobil sebagai pertanda bahwa dirinya telah tiba.

“Karena saat itu sedang waktu magrib, maka Budiawan mematikan terlebih dahulu mobilnya dan turun sambil duduk-duduk bersama dengan istrinya di dekat rumah Syamaun,” Wisnu Bramantyo.

Baru beberapa menit, Budiman melihat api muncul dari dalam mobil tersebut, tanpa diketahui dari mana sumbernya.

“Karena disadari di dalam itu berisi minyak maka sopir dan istrinya langsung berlari menjauhi mobil yang semakin lama api itu semakin membesar,” kata Wisnu Bramantyo.

Berhubung rumah Syamaun terbuat dari kayu dan jarak mobil dengan rumah pun terbilang sangat dekat, kata Wisnu Bramantyo, maka tidak membutuhkan waktu yang lama, api pun menyambar ke rumah Syamaun.

Sehingga Syamaun beserta keluarganya yang masih berada di dalam rumah langsung terkejut dan panik ketika mendapatkan informasi bahwa ada mobil yang sedang terbakar di depan rumahnya.

Mereka pun berhamburan keluar mennyelamatkan diri, tanpa sempat mengevakuasi harta bendanya.

Beruntung, kediaman Syamaun terpaut relatif jauh dari rumah-rumah warga setempat, sehingga api tidak menjalar.

“Akibat dari kebakaran itu membuat rumah milik Syamaun beserta barang-barang berharga di dalamnya pun ikut raib terbakar dan tidak menyisakan apapun serta membuat pemilik rumah merasa dirugikan,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun Syamaun diduga mengalami kerugian materil sekitar Rp 250 juta, di antaranya akibat terbakarnya rumah berserta isinya, kios dan dua unit sepeda motor.

Saat ini Polsek Ranto Peureulak telah mengamankan Budiawan.

“Polisi juga sedang menyelidiki ihwal keterlibatan para pelaku lain terhadap dugaan kejahatan tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan terlibatnya pihak SPBU Seumadam yang menjualkan minyak solar bersubsidi kepada Sembiring dengan tanpa ijin yang sah,” Wisnu Bramantyo.

Rubrik

Komentar

Loading...