Kualitas Bibit Padi Tak Seperti di Gambar, Hasil Panen Petani Pidie Anjlok

Kualitas Bibit Padi Tak Seperti di Gambar, Hasil Panen Petani Pidie Anjlok

BERITAKINI.CO, Sigli | Para petani di Kabupaten Pidie mengeluh atas kualitas bibit yang mereka peroleh di pasaran.

Pasalnya, mereka pun merugi gegara buruknya mutu bibit yang dibeli tersebut.

Bahrul (54) petani Peukan Baro, Selasa (23/2/2021) menuturkan, patani membeli bibit padi dari kios tani yang berada di setiap kecamatan pada setiap musim tanam tiba.

"Saat padi mulai berbuah, ternyata tidak seperti di gambar pada karung bibit," kata Bahrul.

Padahal, petani telah mengeluarkan biaya tak sedikit untuk merawat tanaman, mulai dari ongkos bajak sawah, penanaman, pemupukan hingga penyemprotan.

Biasanya, meskipun harga gabah kerap turun saat musim panen tiba, namun terbantu dari hasil panen yang meningkat.

"Tapi jika hasil panennya anjlok, tentu petani akan menelan kerugian. Kami berharap dinas harus sering ke lapangan untuk pengawasan, agar setiap benih yang beredar di pasar diketahui kualitas dan petani tidak terus-terusan merugi," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Sofyan yang dikonfirmasi mengaku sudah melakukan pengecekan ke lapangan terkait kondisi tanaman padi petani di Peukan Baro.

Hasil konfirmasi dengan para petani, kata dia, dipastikan benih padi tersebut bukan berasal dari penangkar lokal binaan dinas pertanian setempat.

"Sudah kami cek ke lapangan, rupanya benih tersebut berasal dari luar kota,” katanya.

Menurut dia, hal itu bukan lah kasus pertama di Pidie. “Ini sudah berulang kali terjadi dan menimpa petani," ujarnya.

Sofyan menambahkan, pihaknya mengaku selalu mengajak para patani untuk membeli benih dari penangkar benih binaan dan penangkar swadaya yang ada di Kabupaten Pidie.

Di samping benih yang dikeluarkan sudah sesuai teruji dan sesuai dengan kondisi tanah di Kabupaten Pidie, sejumlah penangkar benih tersebut masih dalam pengawasan dinas pertanian.

"Kita tidak bisa membatasi peredaran bibit luar di Pidie, kami hanya bisa mengajak petani agar mendapatkan bibit dari penangkar lokal," kata Sofyan.

Rubrik

Komentar

Loading...