KPIA: Kalimat 'Gila yang Menaikkan Bendera di Mekkah’ Bisa Dilaporkan ke Panwaslih

KPIA: Kalimat 'Gila yang Menaikkan Bendera di Mekkah’ Bisa Dilaporkan ke Panwaslih

BERITAKINI.CO | Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) Sayed Firdaus mengatakan, debat kandidat gubernur Aceh tahap I mengandung unsur pelanggaran pilkada lewat sejumlah kalimat yang disampaikan sedikitnya tiga pasangan calon.

Seperti kalimat  “Gila yang menaikkan bendera di Mekkah”,  dan kalimat “Pejabat di Aceh melakukan korupsi", dan pernyataan bahwa "Narkoba di Aceh dibekingi elit”.

Baca: Abu Doto Bilang Ada yang Gila Naikkan Bendera Bulan Bintang di Arab Saudi

"Pernyataan seperti itu bisa dijerat ke ranah pencemaran nama baik, karena tidak jelas siapa yang dimaksud," kata Sayed pada BERITAKINI.CO, di sela-sela  rapat mekanisme penyelesaian pelanggaran yang terjadi di debat tahap I yang berlangsung di Aula KIP Aceh, Kamis (5/1/2017).

Jika nanti ada yang melapor secara formal, kata Sayed, maka panwaslih wajib menindaklanjutinya.

Begitupun kalau nantinya terbukti mengarah ke pidana maka akan diarahkan ke penegak hukum pilkada.

Sementara itu, katanya lagi, untuk pelanggaran penyiaran jika terbukti akan diberikan sanksi administratif, hingga ke tingkat pemutusan hubungan kontrak antara televisi tersebut dengan KIP Aceh.

"Nanti jam 16.00 WIB kami akan rapat terkait masalah pelanggran ini, " katanya.(*)

Komentar

Loading...