Dugaan Korupsi Furniture RSUD Pijay, Dewan Minta Penyidik Periksa KPA dan PPTK

Dugaan Korupsi Furniture RSUD Pijay, Dewan Minta Penyidik Periksa KPA dan PPTK

BERITAKINI.CO, Meureudu | Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya baru saja menetapkan sekaligus menahan dua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan furniture di ruang rawat inap RSUD setempat.

Dua tersangka tersebut masing-masing Hasan Basri Bin A Jalil, selaku pengendali CV Aceh Daroy Indah, dan Jailani Bin M Gade, pelaksana pekerjaan.

Baca: Jadi Tersangka, Rekanan Pengadaan Furniture di RSUD Pijay Dijebloskan ke Penjara

Namun, sejauh ini penyidik kejaksaan belum ‘menyentuh’ pejabat terkait dalam proyek pengadaan furniture nurse station di ruang rawat inap RSUD Pidie Jaya itu.

“Pengusutan jangan hanya sebatas rekanan saja. Kita minta penyidik untuk mengusut KPA dan PPTK-nya,” kata anggota DPRK Pidie Jaya, Hasan Basri, Jumat (26/10/2018).

Hasan mengaku belum mengetahui secara detail kasus dugaan korupsi proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 tersebut.

Namun, ia meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus yang merugikan nergara mencapai Rp 250 juta, termasuk memeriksa sejumlah pejabat yang terlibat dalam proyek itu.

Lebih lanjut dikatakan, dewan juga akan memanggil pihak-pihak terkait pengadaan furniture nurse station, mulai dari direktur hingga kabid di RSUD Pidie Jaya.

“Rencana, Senin pekan depan kami akan memanggil pihak rumah sakit untuk menanyakan masalah ini,” kata Hasan Basri.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejari Pidie Jaya telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan peralatan rawat inap di RSUD setempat.

Keduanya, disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Kitap Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke I. | NURZAHRI

Rubrik

Komentar

Loading...