Korban Tak Hadir, Mahkamah Syar'iyah Jantho Tunda Sidang Terdakwa Pemerkosa Gadis Dalam Innova Reborn

Korban Tak Hadir, Mahkamah Syar'iyah Jantho Tunda Sidang Terdakwa Pemerkosa Gadis Dalam Innova Reborn
illustrasi: tribun

BERITAKINI.CO, Jantho | Mahkamah Syar'iyah Jantho menggelar sidang lanjutan kasus pemerkosaan dengan terdakwa Rizki Rahmat Mulia (25) warga Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (22/12/2020).

Namun sidang terpaksa ditunda lantaran saksi korban, sebut saja Bunga (27), tak bisa hadir ke pengadilan karenan masih berada di luar daerah.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Siti Salwa SHI MH yang mengadili perkara aquo itu pun menunda sidang hingga Senin, 28 Desember 2020 dengan agenda pemeriksaan saksi korban.

Sementara berdasarkan dokumen dakwaan yang telah disampaikan Jaksa Penuntut Umum pada sidang sebelumnya, Rizki Rahmat Mulia diduga memperkosa Bunga pada 26 Agustus 2020 lalu.

Aksi itu dia lancarkan sekira pukul 22.00 WIB di dalam Toyota Innova Reborn.

Awalnya, pelaku menjemput korban di rumahnya di sekitaran Kota Banda Aceh menggunakan mobil tersebut.

Mereka pun meluncur ke arah Leupung, Kabuten Aceh Besar.

Setiba pada jalan sepi di Kecamatan Leupung, pelaku mulai menurunkan laju mobilnya.

Memecahkan keheningan, pelaku bertanya apakah korban masih perawan atau tidak.

Suasana menjadi canggung, korban menjawab "iya" dengan nada risih.

Lantas pelaku berkata "toh ku tes sigoe (coba saya tes sekali)."

Merasa dilecehkan, korban menolak mentah-mentah ajakan pelaku.

Setelah ditolak korban, pelaku kemudian membentak korban dengan mengancam akan memanggil enam temannya untuk menggilir korban.

"Setelah kami perkosa, kamu saya bunuh dan buang ke hutan," ancam pelaku seperti dilihat dalam berkas dakwaan JPU.

Seketika itu juga, pelaku mencekik dan memaksa korban untuk melakukan oral seks.

Karena korban terus menolak, kemudian pelaku menghentikan mobilnya dan mendorong korban ke jok belakang mobil.

Di situlah pelaku memperkosa korban hingga melepas spermanya dalam kemaluan korban. 

Akibat dari pemerkosaan itu, selaput dara korban robek, terdapat bekuan darah di area lubang kencing, dan luka lecet di selangkangan korban.

Hal tersebut terungkap dari hasil Visum et Repertum di RS Bhayangkara Banda Aceh.

Karena perbuatan bejatnya, pelaku dijerat dengan Pasal 48 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...