'Konflik' Geuchik versus Tuha Peut, Puluhan Warga Tak Kunjung Terima BLT di Pidie

'Konflik' Geuchik versus Tuha Peut, Puluhan Warga Tak Kunjung Terima BLT di Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Puluhan warga Gampong Dayah, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie mendatangi kantor camat setempat, Senin (29/6/2020).

Kedatangan warga yang didominasi kaum perempuan tersebut untuk melaporkan ihwal Bantuan Langsung Tunai (BLT)-Dana Desa yang belum juga mereka terima.

Camat Batee Saiful Zuhri yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO membenarkan para warga gampong itu datang mengadukan persoalan tersebut.

“Mereka khawatir BLT tidak cair lagi, karena belum disalurkan sama sekali,” kata Saiful.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengetahui persoalan yang terjadi di internal pemerintahan Gampong Dayah di mana terjadi miskomunikasi antara geuchik dengan tuha peut gampong sehingga berujung tak tertandatanganinya dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) Dayang Batee.

Pihak kecamatan pun sudah pernah difasilitasi persoalan antara aparatur desa tersebut.

“Namun sampai saat ini, tuha peut belum mau membahas dan menandatangani Rancangan APBG tersebut,” katanya.

Menurut Saiful, sebagai lembaga pemerintahan gampong, tuha peut gampong tidak boleh menghambat penandatanganan APBG tersebut, apalagi ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak (BLT) dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Warga mulai melunak setelah camat berjanji akan menyelesaikan dan mencari jalan keluar terhadap masalah yang terjadi di Gampong Dayah dalam waktu dekat.

“Mereka minta segera diselesaikan, agar jangan sampai tidak dapat BLT. Kita tadi minta waktu dua sampai tiga hari untuk konsultasi terlebih dahulu dengan pimpinan biar ada jawaban,” ujarnya. 

Selain Gampong Dayah, jumlah gampong yang belum menyalurkan BLT di Kecamatan Matee hanya tersisa tujuh gampong dari total 23 gampong di kecamatan tersebut.

Rubrik

Komentar

Loading...