Komisioner KIP Aceh: Aryos Perlu Lebih Teliti Baca Regulasi

Komisioner KIP Aceh: Aryos Perlu Lebih Teliti Baca Regulasi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Komisioner KIP Aceh Robi Syahputra mengatakan, penafsiran yang dilakukan Pengamat Politik Aryos Nevada dengan menyatakan komisioner KPU/D atau KIP bisa diberhentikan dengan tidak hormat jika masih menjadi pengurus ormas, tak tepat.  

Robi meminta Aryos untuk lebih teliti lagi dalam membaca dan menafsirkan undang-undang.

Sebelumnya, Aryos Nevada mengatakan, ada sanksi yang dapat dikenakan pada komisioner yang masih menjadi pengurus ormas pasca di undangkannya UU Nomor 7 Tahun 2017 tentan Pemilu, yaitu berupa pemecatan secara tidak hormat.

Aryos merujuk pada pada Pasal 21 ayat (1) huruf k dan Pasal 37 huruf c UU Nomor 7 Tahun 2017.

Adapun Pasal 21 ayat (1) huruf k mensyaratkan setiap calon anggota KPU/D atau KIP bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum apabila telah terpilih menjadi anggota KPU, KPU Provini dan kabupaten/kota, yang dibuktikan dengan surat penyataan.

Baca: Aryos: Komisioner KIP yang Masih Menjabat Pengurus Ormas Bisa Dipecat

Karena itu, kata Robby, Pasal 21 ayat (1) huruf k sesungguhnya ditujukan untuk proses rekrutmen setelah UU Nomor 7 Tahun 2017 diberlakukan.

“Ke depan, saat KPU melakukan proses rekrutmen, maka menggunakan pasal tersebut sebagai salah satu syaratnya,” kata Robby.

Jadi, regulasi itu, kata Robby, jelas mengatur untuk rekrutmen ke depan nanti. “Sementara proses rekrutmen masih relatif jauh dan jika menggunakan UUPA, syarat itu juga tidak ada,” katanya.

Komentar

Loading...