Komisi I DPRK Banda Aceh Ajak Masyarakat Dukung Anjuran Pemko Tutup Tempat Usaha Saat Magrib

Komisi I DPRK Banda Aceh Ajak Masyarakat Dukung Anjuran Pemko Tutup Tempat Usaha Saat Magrib

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Komisi I DPRK menyambut baik anjuran Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman yang meminta masyarakat untuk menutup tempat usaha saat magrib.

Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh Musriadi mengatakan, hal itu juga sejalan dengan visi-misi Wali Kota-Wakil Wali Kota Banda Aceh yang ingin mewujudkan Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariat Islam.

"Kita berharap semua elemen masyarakat mendukung kebijakan mulia ini, agar kebijakan ini dapat terlaksana," kata Musriadi, Kamis (21/01/2021).

Sementara anggota Komisi I DPRK Kota Banda Aceh Tuanku Muhammad juga mengatakan himbauan tersebut merupakan terobosan yang sangat baik dan dapat menjadi contoh positif bagi daerah lainnya.

"Terutama bagi Banda Aceh yang merupakan ibukota Provinsi Aceh yang menjadi satu-satunya provinsi yang menjalankan Syariat Islam," kata Tuanku Muhammad.

Ia melanjutkan, Komisi I DPRK dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan mitra kerjanya yakni Satpol PP Banda Aceh untuk menindaklanjuti himbauan tersebut.

"Kita akan lakukan koordinasi dengan Satpol PP sambil kita mengevaluasi hasil beberapa kegiatan mereka yang sudah sangat baik dalam menjaga agar wilayah Banda Aceh terhindar dari berbagai aktivitas yang melanggar syari'at islam," kata Tuanku Muhammad.

Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh ini juga menjelaskan DPRK bersama Pemko Banda Aceh akan melakukan koordinasi juga untuk pembahasan lebih lanjut terkait dengan himbauan ini.

"Kita koordinasi apakah akan dibuat peraturan wali kota dulu atau dengan himbauan Forkopimda dulu, untuk melihat sejauh mana respon dan juga feedback baik dari wacana ini," katanya.

Sementara terkait sanksi, kata Tuanku Muhammad, Komisi I belum melakukan pembahasan yang mengarah kepada sanksi.

"Yang namanya sanksi dapat diberlakukan ketika itu sudah terwujud dalam lembaran hukum ataupun peraturan, tetapi jika memang diperlukan kita akan membuat sanksi yang tegas," katanya.

Bahkan, Ia meyakini bahwasanya wacana ini sangat baik dan juga indah ketika diterapkan di Banda Aceh.

"Kan indah lihatnya ketika masyarakat menutup toko dan kemudian bersama-sama menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah," terangnya. | Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...