KMP Aceh Hebat Diduga Barang Bekas, GAH Demo Dishub Aceh

KMP Aceh Hebat Diduga Barang Bekas, GAH Demo Dishub Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aceh Hebat (GAH) menggelar aksi demo di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Kamis (25/2/2021).

Mereka mempertanyakan transparansi Pemerintah Aceh terkait keabsahan pembelian tiga Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat.

Pasalnya, menurut mereka, anggaran yang dikeluarkan untuk pengadaan tiga kapal tersebut mencapai angka Rp 378 miliar.  

Sementara mereka menduga ketiga kapal tersebut merupakan barang bekas yang didaur ulang menjadi baru.

Koordinator Aksi Eriza Gusnada mengatakan, kapal Aceh Hebat dibuat dengan jangka waktu selama 10 bulan.

“Ini menjadi sebuah pertanyaan besar di masyarakat, kenapa begitu cepat,” katanya.

"Aneh saja dengan jangka waktu 10 bulan, Aceh sudah mempunyai kapal yang katanya hebat, tiga unit lagi.”

Dia menjelaskan, lazimnya pembuatan kapal bermaterial kayu saja selesai dengan jangka waktu satu tahun lebih.

“Ini bisa 10 bulan saja, luar biasa cepat. Karena itu, kami menduga ini adalah kapal bekas yang didaur ulang,” katanya.

Bukan hanya itu, kata Eri, pihaknya juga mendapati informasi yang mana komponen atau barang-barang di dalam kapal tersebut juga diduga bekas.

"Di antaranya adalah genset, itu diduga juga bekas," katanya.

Untuk itulah, mereka meminta Dishub Aceh untuk menjelaskan ke publik secara terbuka terkait indikasi penyimpangan tersebut.

Demonstran juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan mark up pada pembelian kapal tersebut.

Selain itu, peserta aksi lainnya Beni menyebutkan, penyampaian aspirasi yang mereka lakukan tersebut bukanlah asal-asalan saja.

Menurut dia, sedikit demi sedikit kecurigaan banyak pihak selama ini sudah hampir terbongkar.

"Alhamdulillah ya, kemarin kejati sudah memanggil kepala dinas perhubungan, semoga saja bisa dibongkar semuanya," ujarnya.

Lihat: Dipanggil Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi, Kadis Perhubungan Aceh Tak Datang

Dalam aksi itu, mereka juga meminta kepala Dinas Perhubungan Aceh mendatangi dan menjelaskan kepada masyarakat terkait beberapa tuntutan yang telah disampaikan.

"Bilang sama bos kalian, semua fasilitas yang dipakai melalui uang rakyat, baju, mobil pakai uang rakyat, suruh keluar sebentar, jangan asik duduk di ruangan ber-AC itu," katanya.

Sementara itu Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan Aceh Muhammad Al-Kadri meminta maaf kepada peserta aksi karena kepala dinas belum bisa menemui mereka.

"Sebelumnya kita berterimakasih kepada mahasiswa karena telah melakukan aksi di kantor kami, ini kami jadikan catatan evaluasi nantinya. Namun terkait dugaan bahwa kapal-kapal tersebut merupakan barang bekas, maka perlu kami sampaikan itu tidak benar," katanya.

Menurut dia, kapal-kapal tersebut dibangun dari nol, dan peletakan pertama, juga dihadiri gubernur Aceh.

"Itu adalah simbol lahirnya kapal, dan saat itu dihadiri gubernur Aceh," ujarnya.

Pengadaan kapal tersebut juga telah melalui proses tender pada LPSE Kemenhub, sampai dengan realisasi seratus persen, progresnya juga selalu dipublikasikankan ke media.

"Jadi kita tegaskan, KMP Aceh Hebat bukanlah kapal bekas, kita bangun dari nol hingga proses pelayaran," ujarnya.

Lanjutnya, terkait dengan penyataan demonstran yang mengatakan barang-barang di dalam kapal tersebut juga merupakan barang bekas, Kadri kembali menegaskan bahwa semuanya baru dan mempunyai sertifikat untuk penggunaanya.

"Tidak ada yang bekas, semuanya baru, kita ada sertifikatnya, kalau sertifikat tidak ada berarti kita belum bisa berlayar," ujarnya.

Informasi yang didapatkan BERITAKINI.CO, peserta aksi telah melayangkan surat audiensi ke Polda Aceh, dan jika diterima para peserta tersebut akan melakukan  audiensi sekitar pukul 15.00 WIB nanti.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...