Kisah Unik Pemelihara Lintah, Beri Makan Pakai Darah Sendiri

Kisah Unik Pemelihara Lintah, Beri Makan Pakai Darah Sendiri
Ariane Khomjani dan empat lintah pengisap darah peliharaannya. Foto: Ariane Khomjani via Instagram.

BERITAKINI.CO, | Menjadikan lintah sebagai hewan peliharaan mungkin terdengar cukup anti-mainstream, dibandingkan dengan anjing, kucing, ikan, atau bahkan ular sekalipun. Hal yang menarik dari pengalaman memelihara lintah adalah saat memberi makannya.

IFLScience merangkum bagaimana para pecinta lintah harus rela berkorban memberikan darahnya sendiri untuk makanan hewan mereka. Jika, kamu tidak siap memberi mereka banyak darah atau punya fobia terhadap darah, disarankan untuk tidak memelihara lintah.

Meskipun terlihat menyakitkan, pemilik lintah bersikeras bahwa hal itu sepadan karena betapa hebatnya mereka sebagai hewan peliharaan dan sangat mempesona. Bahkan, mereka pada saat tertentu melihat lintah cukup lucu.

Kirsty Wheeler, seorang pencinta lintah sering membagikan momen saat dirinya memberi makan hewan itu dengan darahnya.

"Menghabiskan hari Sabtu saya untuk memberi makan H. verbana," tulis Wheeler di Twitter.

"Dia hanya makan sekitar 20 menit tapi saya berdarah sekitar 18 jam! Lintah memang menarik tapi jelas bukan hewan peliharaan untuk orang yang lemah hati!"

Memberi makan lintah tidak harus sesering mungkin, tergantung pada spesies yang dipelihara. Ada satu spesies yang mungkin tidak perlu memberi mereka makan selama enam bulan sekaligus.

Khasiat dan bahayanya lintah isap darah manusia

Meskipun tampak agak menjijikkan, membiarkan lintah mengisap darah manusia telah dilakukan selama lebih dari 2.500 tahun. Dalam pengobatan kuno, lintah digunakan untuk mengeluarkan darah dan bisa mengobati penyakit tertentu, seperti wasir hingga penggumpalan darah.

"Dalam pengobatan, terutama bedah plastik dan rekonstruksi, lintah dapat digunakan untuk membantu meningkatkan aliran darah di area jaringan atau flap kulit yang memiliki sirkulasi darah yang buruk," tulis National Health Service (NHS) Inggris di situs web mereka.

"Lintah melakukan ini dengan membuang darah yang membeku (darah tersumbat) dari area sensitif, seperti di bawah lipatan kulit atau di jari tangan atau kaki."

Metode pengobatan kuno ini, ternyata tidak efektif dan bisa berbahaya, mengingat resiko infeksi yang ditimbulkan. Begitu pun kasusnya saat memberi makan lintah sebagai hewan peliharaan.

“Ada resiko kecil infeksi dari lintah,” saran NHS. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik selama terapi lintah, karena usus lintah mengandung bakteri yang membantu mereka mencerna darah.

Dokter juga memperingatkan bahwa darah mungkin akan terus keluar dari bekas gigitan lintah selama beberapa jam. Karena mereka menghasilkan antikoagulan yang kuat untuk menghentikan penggumpalan darah, sehingga memudahkan untuk melanjutkan mengisap lagi.

Rubrik
Sumber
kumparan

Komentar

Loading...