KIP Lhokseumawe Terbukti Langgar Kode Etik Saat Tetapkan Rahcmatsyah-T Noufal Sebagai Pasangan Calon

KIP Lhokseumawe Terbukti Langgar Kode Etik Saat Tetapkan Rahcmatsyah-T Noufal Sebagai Pasangan Calon

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan (DKPP) menyimpulkan bahwa KIP Lhokseumawe terbukti melanggar kode etik lantaran menetapkan Pasangan Rahcmatsyah-T Noufal yang maju dari jalur independen sebagai peserta pilkada, meski saat penetapan Rahcmatsyah masih tercatat sebagai kader partai politik.

DKPP berpendapat bahwa Rachmatsyah sebagai calon Walikota Lhokseumawe seharusnya memenuhi ketentuan Pasal 24 Huruf h Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2012 yang mengharuskan dia mengundurkan diri dari keanggotan Partai Politik atau Partai Politik Lokal paling lambat tiga bulan sebelum pendaftaran calon.

Sementara saat KIP Lhokseumawe menetapkan pasangan calon pada 24 Oktober 2016, Rahcmatsyah belum menerima Surat Keputusan DPP Partai Demokrat atas pengunduran dirinya.  Keputusan ini digugat oleh Panwaslih Lhokseumawe pada November 2016 lalu ke DPKK. Dalam gugatannya, Panwaslih meminta DKPP menjatuhkan sanksi bagi KIP Lhokseumawe lantaran tak menjalankan peraturan perundang-undangan.

Seperti yang dilansir laman dkpp.go.id, DKPP dalam Putusan No.143/DKPP-PKE-V/2016mengabulkan sebagian gugatan panwaslih tersebut.

“Menjatuhkan sanksi berupa Peringatan kepada KIP Lhokseumawe, dan memerintahkan KIP Provinsi Aceh untuk menindaklanjuti Putusan ini paling lama tujuh hari,” tulis DKPP dalam putusannya.

“Memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini.”

Meski menerima sebagian gugatannya, DKPP berpendapat bahwa para panwaslih seharusnya dapat mencegah terjadinya kesalahan jika menjalankan fungsi pengawasan dengan optimal, terutama dengan memberikan rekomendasi sejak diketahuinya permasalahan tersebut. Sayangnya hal itu tidak dilakukan panwaslih.(*)

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...