Khawatir Bawa Corona, Seribuan Aparatur Desa Aceh Tenggara yang Pulang Bimtek dari Medan Diminta untuk Tes Covid-19

Khawatir Bawa Corona, Seribuan Aparatur Desa Aceh Tenggara yang Pulang Bimtek dari Medan Diminta untuk Tes Covid-19

BERITAKINI.CO, Kutacane | Ratusan aparatur desa asal Aceh Tenggara akan kembali ke kabupaten itu setelah selesai mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Medan, Sumatera Utara.

Berlangsung selama 12 hari, bimtek itu resmi ditutup oleh Wakil Bupati Agara Bukhari pada Rabu sore (28/10/2020).

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, para aparatur desa itu pun diminta untuk menjalani tes Covid-19 setiba di Kabupaten Aceh Tenggara.

“Ini penting sebagai antisipasi sekaligus memutus rantai penyebaran Corona,” kata Tokoh Masyarakat Aceh Tenggara Nasrul Zaman.

Apalagi, kata Nasrul, pelaksanaan bimtek tersebut diduga tak lebih dari sekedar agenda seremonial. Sehingga berpotensi memberi ruang bagi peserta untuk keluyuran sehingga bisa saja terpapar.

“Sebagai bentuk keseriusan bupati Aceh Tenggara selaku ketua satgas penanganan Covid-19, untuk hal pencegahan demi memutus rantai penyebaran, hendaknya seluruh peserta bimtek termasuk pejabatnya yang akan kembali ke Kutacane dirapid tes atau jika perlu diswab,” katanya.

Nasrul mengatakan, publik jelas tak ingin terbentuk kluster bimtek sekembalinya para aparatur tersebut ke Aceh Tenggara.

“Kita khawatir ini bisa membawa serta menimbulkan klaster baru,” katanya.

Di samping itu, kata Nasrul, para aparatur desa itu juga dituntut untuk mampu merumuskan hasil dari bimtek yang telah menelan anggaran mencapai Rp 7,5 miliar itu.

“Dengan anggaran dana desa yang sudah terkuras hingga Rp 7,5 miliar, diharapkan sepulangnya dari Kota Medan, seluruh perangkat desa dari 330 desa yang ikut bimtek harus mampu merumuskan dan melahirkan qanun kewenangan desa pada tahun 2021," kata Nasrul Zaman.

"Jangan sampai bimtek yang telah menghabiskan anggaran sangat fantastis itu tidak ada manfaatnya.”

Rubrik

Komentar

Loading...