Keuchik Diberhentikan Sementara, Ratusan Massa Demo Kantor Bupati Nagan Raya

Keuchik Diberhentikan Sementara, Ratusan Massa Demo Kantor Bupati Nagan Raya
Massa saat menggelar aksi di halaman Kantor Bupati Nagan Raya | Foto: BERITAKINI.CO/Zulfikar

BERITAKINI.CO, Suka Makmue | Seratusan massa dari Aliansi Mantan Keuchik Menuntut Keadilan (AKAN) dan aktivis mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di kantor Bupati Nagan Raya, Komplek Perkantoran Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (12/2/2019).

Mereka menyampaikan keberatan atas keputusan Bupati Nagan Raya tentang pemberhentian dan pengangkatan keuchik gampong dan meminta SK pemberhentian itu dicabut atau ditinjau kembali.

Mereka menilai kebijakan bupati Nagan Raya tersebut tidak sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Permendagri Nomor 66 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Kepala Desa, dan tidak sesuai dengan Pasal 21 Qanun Aceh Tahun 2014.

Massa juga mempertanyakan legalitas pengangkatan atau penunjukan penjabat (Pj) keuchik yang dianggap tidak sesuai dengan Pasal 46 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa yang berbunyi, “Bupati/walikota mengangkat PNS dari kalangan pemerintah daerah/kota sebagai pejabat kepala desa sampai terpilihnya kepala desa baru.”

Massa juga mengancam, jika tuntutan mereka tidak indahkan yakni mengembalikan para keuchik yang diberhentikan, maka mereka akan kembali menggelar Aksi Damai Jilid II secara besar-besaran.

Dalam orasinya, massa juga meminta perwakilan pemerintah keluar untuk menemui mereka di halaman kantor Sekdakab setempat.

Selain itu, para orator secara bergantian juga meminta agar orang nomor satu di Nagan Raya atau perwakilannya untuk segera menemui mereka.

Aksi itu mendapat respon dari Pemerintah Nagan Raya yang membuka ruang negosiasi dengan demonstran.

Sebanyak 8 perwakilan massa diminta untuk melakukan audiensi dengan Sekda dan Asisten I Bidang Pemerintahan serta Asisten II di ruang Aula Setdakab setempat untuk menyampaikan tuntutannya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Nagan Raya TR Jauhari saat diwawancarai mengatakan, para keuchik dalam audiensinya mempertanyakan tentang kesalahan yang pernah dilakukannya sehingga diberhentikan sementara secara hormat oleh bupati Nagan Raya.

Dikatakannya, pemberhentian sejumlah keuchik di Nagan Raya sesungguhnya sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Namun, karena massa sudah menyatakan keberatan administrasi dalam tuntutannnya, maka permasalahan ituakan disampaikan kepada penegak hukum.

“Permasalahan ini akan kita sampaikan kepada pihak kepolisian dan Kejari Nagan Raya. Sebenarnya, permasalahan ini tidak sampai ke pihak penegak hukum. Namun, karena para keuchik sudah menyatakan keberatan, maka akan kita laporkan,” sebutnya.

Rubrik

Komentar

Loading...