Ketua Panwaslih Subulussalam dan Selingkuhannya Divonis Masing-masing 30 Kali Cambuk

Ketua Panwaslih Subulussalam dan Selingkuhannya Divonis Masing-masing 30 Kali Cambuk

BERITAKINI.CO, Subulussalam | Mahkamah Syar'iyah Kota Subulussalam memvonis 30 kali cambuk di depan umum terhadap terdakwa pelaku mesum Ketua Panwaslih non aktif Edi Suhendri dan Asni Padang, istri mantan anggota DPRK Subulussalam.

Putusan itu dibacakan dalam sidang pamungkas, Kamis (16/1/2020).

Baca: Terkait Dugaan Perselingkuhan, Polisi Tangkap Ketua Panwaslih Kota Subulussalam

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni 100 kali cambuk.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Subulussalam Muhammad Hendra Damanik mengatakan akan pikir-pikir atas putusan hakim tersebut.

"Untuk sementara, jaksa pikir-pikir," katanya.

Seperti diketahui, Edi Suhendri dilaporkan ke Polsek Simpang Kiri atas dugaan perselingkuhan dengan Asni Padang, yang tak lain adalah istri salah seorang anggota DPRK Subulussalam.

Keduanya dijerat Pasal 23, 25 dan 33 (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

Terungkapnya dugaan perselingkuhan kala itu bermula saat anggota DPRK dari Partai PKB itu melihat isi chatting WhatsApp dan Messenger antara Edi Suhendri dan Asni Padang dari ponsel milik istrinya itu.

Isi chat tersebut berisi kalimat ajakan untuk melakukan mesum.

Sang suamipun lantas menginterogasi istrinya, hingga Ia mengakui telah berhubungan gelap dengan Edi. 

Kasus perselingkuhan itu pun dilaporkan ke polisi.

Edi kemudian ditangkap oleh penyidik Polsek Simpang Kiri di rumah orang tuanya di Desa Muara Batu-batu, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam.

Rubrik

Komentar

Loading...