Ketua Kadin Aceh Sebut Penutupan Perbankan Konvensional Menyulitkan Pengusaha

Ketua Kadin Aceh Sebut Penutupan Perbankan Konvensional Menyulitkan Pengusaha

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Aceh Makmur Budiman menyebutkan bahwa dampak dari penutupan bank konvensional di Aceh menyebabkan kalangan para pengusaha di Aceh kesulitan.

Oleh sebab itu, dia meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk dapat mempertimbangkan keberadaan bank konvensional di Aceh.

Lihat: Perpanjangan Operasional Perbankan Konvensional di Aceh, Waled Husaini: Jika Kita Jauhi Riba, Allah akan Membantu

"Namun bukan berarti saya tidak mendukung adanya Qanun LKS, justru Kadin Aceh mendukung full Lembaga Keuangan Syariah di Aceh," kata Makmur dalam acara Public Review Qanun LKS di Kryiad Muraya, Rabu (30/12/2020).

Lanjutnya, salah satu kendala yang dihadapi kalangan pengusaha adalah kesulitan dalam bertransaksi baik tunai maupun non-tunai.

Lihat juga: Kata Nova Soal Rencana Perpanjangan Operasional Perbankan Konvensional di Aceh

Apalagi terkait ATM yang kerap menimbulkan masalah. Oleh sebab itu, Makmur meminta agar perbankan syariah menyelesaikan segala persoalan yang terjadi pada ATM-ATM yang ada di daerah.

Sementara itu, kata dia, dalam pengajuan kredit diketahui bank syariah memiliki limit terbatas.

"Saat ini hanya Rp 5 miliar, tentu ini juga sebuah kendala dalam dunia usaha yang dirasakan oleh kalangan pengusaha," kata Makmur.

Karena itu, dia meminta agar pemerintah dapat mempertimbangkan keberadaan bank konvensional di Aceh.

"Bahkan Pemerintah Aceh dapat memberikan pilihan kepada masyarakat untuk dapat memilih apakah tetap berada di bank konvensional atau bank syariah," katanya.

"Jika tidak, maka sangat disayangkan apabila banyak masyarakat Aceh nantinya yang menjadi nasabah bank konvensional di luar Aceh. Sehingga banyak uang masyarakat Aceh berada di luar."

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...