Ketangkap Hendak Jual Ganja di Pidie, Ibu dan Anak Divonis Tujuh dan Enam Tahun Penjara 

Ketangkap Hendak Jual Ganja di Pidie, Ibu dan Anak Divonis Tujuh dan Enam Tahun Penjara 

BERITAKINI.CO, Sigli | Praktik jual-beli ganja tak selalu dilakoni kaum pria. Di Aceh, bisnis haram tersebut juga dijalankan oleh ibu rumah tangga.

Di antaranya adalah Mariani (44), asal Kajhu, Baitussalam, Aceh Besar.

Bersama anaknya, Eka Zahra (18), keduanya ketangkap basah saat hendak menjual 5 kilogram ganja kering di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Mereka pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Penuntut Umum dari Kecabjari Sigli di Kota Bakti, menuntut keduanya masing-masing delapan dan enam tahun penjara.

Hakim Pengadilan Negeri Sigli pun telah menjatuhkan vonis kepada keduanya. 

“Putusan telah inkrah. Keduanya dihukum masing-masing, tujuh dan enam tahun penjara,” kata Kacabjari Sigli di Kota Bakti Muhammad Kadafi di acara pemusnahan barang bukti narkotika di antaranya ganja yang disita dari Mariani dan Eka Zahra, Selasa (25/5/2021).

Mariani dan Eka Zahra ditangkap petugas Reserse Narkotika Polres Pidie pada akhir 27 November 2020 lalu. Saat itu, keduanya membawa ganja yang dibeli di kawasan Lampanah, Kabupaten Aceh Besar.

Mengendarai Honda PCX, mereka pun meluncur ke kawasan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie untuk menjual barang haram itu kepada dua orang pemesan. Tapi Mariani dan Eka Zahra keburu ditangkap polisi.

Mereka dibekuk di pinggir jalan di kawasan Gampong Masjid Usi, Kecamatan Mutiara Timur, saat sedang menunggu dua pelanggannya.

"Untuk barang bukti 5 kg ganja kita musnahkan dengan cara dibakar dan sepeda motor disita untuk dilelang," kata Muhammad Kadafi. 

Selain memusnahkan ganja kering, Cabjari Sigli di Kota Bakti juga memusnahkan 23,58 gram narkotika jenis sabu yang disita dari 12 perkara lainnya. 

"Sabu kita musnahkan dengan dilarutkan dengan minyak dan diblender, sementara telepon genggam dan timbangan digital kita hancurkan," ujarnya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...