Keruk Material di Tambang Ilegal, Polisi Amankan Ekskavator Milik Anggota DPRK Simeulue

Keruk Material di Tambang Ilegal, Polisi Amankan Ekskavator Milik Anggota DPRK Simeulue

BERITAKINI.CO | Tim Elang Resmob Polres Simeulue mengamankan lima orang dan satu ekskavator dari sebuah galian C ilegal.

“Pertambangan tersebut ilegal, tidak memiliki izin dan berdampak negatif terhadap lingkungan," kata Kapolres Simeulue melalui Kasatreskim Ipda Muhammad Rizal SE SH, Selasa (1/9/2020).

Rizal menjelaskan, ekskavator tersebut diketahui adalah milik SY (45) warga Desa Sinabang yang juga anggota DPRK Simeulue.

Adapun galian C ilegal tersebut berada di Desa Sanggiran, Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue.

Bahan material dari hasil kegiatan pertambangan ilegal tersebut, kata Rizal, diduga dijual kepada pihak kontraktor yang digunakan untuk proyek penimbunan jalan dan sekolah.

Dikatakan Rizal, informasi tentang keberadaan galian C ilegal itu diperoleh petugas pada 24 Agustus 2020 lalu.

Tim Elang melakukan penyelidikan termasuk menginterogasi saksi saksi. Sejumlah alat bukti dan berhasil diamankan.

"Kita juga mengamankan sejumlah pihak yang diduga pelaku penambangan ilegal galian C. Mereka adalah pemilik kegiatan berinisial IR dan AL, satu orang operator ekskavator berinisial MJ, satu orang supir mobil trado berinisial AD yang merupakan pengangkut ekskavator dan satu orang penanggung jawab ekskavator dan mobil trado yang berinisial ZN," jelasnya.

Kelimannya telah menjalani pemeriksaan namun tak menjalani penahanan.

"Direncanakan akan dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan," katanya. Sedangkan eksavator tersebut, kata Rizal, telah dikembalikan kepada pemiliknya.

“Sejauh ini kontraktor untuk sementara ini dijerat Pasal 158 Jo pasal 35 Undang-Undang nomor 3 tahun 2020 Perubahan atas undang Undang nomor 4 tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara," jelasnya.

Rubrik

Komentar

Loading...