Kerja Pansus LKPJ Gubernur Aceh Rampung, Kamis DPRA Dijadwalkan Gelar Paripurna

Kerja Pansus LKPJ Gubernur Aceh Rampung, Kamis DPRA Dijadwalkan Gelar Paripurna
Ketua Pansus LKPJ Gubernur Aceh 2020, Sulaiman SE dan tim saat tinjauan lapangan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Panitia Khusus (Pansus) DPRA telah merampungkan proses penelahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2020.

“Kita telah  tindaklanjuti dengan menelaah semua isi LKPJ Gubernur Aceh tersebut,” kata Ketua Pansus LKPJ Gubernur Aceh Sulaiman SE kepada BERITAKINI.CO, Selasa (1/6/2021).

Selain menelaah seluruh isi laporan, tim pansus juga telah melakukan uji petik di lapangan dengan cara menyebar seluruh anggota pansus sesuai dengan daerah pemilihan (dapil)-nya masing masing.

“Jadi anggota kita di lapangan melakukan uji petik, namun tidak semua bisa turun karena waktu yang sangat singkat, dari hasil uji petik kita menghasilkan rekomendasi,” ujarnya.

Rekomendasi itu, kata Sulaiman, akan dibacakan pada rapat paripurna yang rencananya akan digelar pada Kamis, 3 Juni 2021.

“Besok kita rapat dengan badan musyawarah (banmus), selanjutnya Kamis, Insya Allah, akan dilaksanakan paripurna,” ujarnya.

Sulaiman tak menampik jika hasil telaah dan kunjungan lapangan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama antara laporan dengan fakta lapangan.

Misalnya, soal realisasi dana refocusing 2020. Sulaiman menyebutkan anggaran refocusing diplotkan sebanyak Rp 2,3 triliun dan hasil realisasi di lapangan banyak terdapat kejanggalan. 

“Salah satunya terkait dengan proyek pengadaan cuci tangan Dinas Pendidikan Aceh yang menghabiskan senilai Rp 4,2 miliar. Tapi wastafel-wastafel itu dibuat asal jadi, airnya tidak ada, ini satu di antaranya yang akan kita bahas di paripurna nanti,” ujar Sulaiman yang juga mantan ketua DPRK Aceh Besar ini.

Selain itu, lanjut Sulaiman, ada anggaran yang digelontorkan untuk rehab beberapa gedung, yang mana seharusnya tidak diperboleh secara aturan yang berlaku.

“Refocusing ini jelas digunakan untuk penanganan dan penanggulangan Covid 19, seperti penanganan bidang kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengamanan sosial, bukan untuk rehab gedung,” ujarnya.

Setidaknya, kata Sulaiman, setiap dapil menemukan rata-rata di atas lima temuan. Srtinya banyak rekomendasi atas ketidak tepatan laporan yang disampaikan kepada gubernur Aceh nantinya.

Kendati rekomendasi sudah final, Sulaiman mengakui ada beberapa daerah yang tidak bisa dijangkau oleh timnya, dikarenakan keterbatasan waktu yang telah diberikan.

“Seperti Aceh Selatan, Simeulue dan Subulussalam kita tidak datang, soalnya tidak cukup waktu untuk turun ke lapangan di mana kita hanya memiliki waktu enam hari,” katanya.[]

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...