Kepala BKSDA: Ada 2 Dugaan Penyebab Gajah Jinak di CRU Mila Mati

Kepala BKSDA: Ada 2 Dugaan Penyebab Gajah Jinak di CRU Mila Mati

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Seekor gajah betina yang ditemukan mati di Conservation Respon Unit (CRU) Mila, Pidie, diketahui bernama Retno. Gajah ini berusia sekitar 40 tahun.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan hingga saat ini belum diketahui penyebab kematian gajah terlatih tersebut. Apalagi pihak dokter juga masih ragu terkait penyebab kematian.

"Tadi siang sudah diotopsi oleh dokter hewan, bahwa dokter melaporkan kasus seperti ini baru pertama sehingga belum dapat mendiagnosa secara pasti," kata Kepala BKSDA Sapto Aji Prabowo, Selasa (14/8/2018).

Baca: Gajah Jinak Usia 60 Tahun Ditemukan Mati di CRU Mila

Dia mengatakan terdapat pendarahan di organ dalam seperti jantung, ginjal, dan dinding usus yang mencirikan keracunan atau toxicosis. "Belum tentu diracun ya," kata Sapto Aji.

Dia menyebutkan, tim juga tidak menemukan tanda-tanda atau jejak khas racun di sisa makanan. Selain itu di kaki dan perut juga terdapat luka yang diduga karena jatuh dan berusaha bangun, tetapi tidak bisa.

"Sehingga ikatan rantai di kaki mengencang dan menyebabkan luka. Jadi kesimpulan awal ada 2, toxicosis atau karena racun dan tekanan fisik karena jatuh dan gagal bangun," ungkap Sapto lagi.

Dia mengatakan dokter sudah mengambil sampel dan organ serta makanan untuk analisa penyebab kematian. Pihaknya juga tidak menemukan tanda mencurigakan seperti sisa makanan, benda mencurigakan atau sisa racun.

Baca: Faktor Ekonomi Alasan Pelaku Habisi Gajah Bunta

"Sehingga kami belum dapat menyimpulkan penyebab pastinya, racun bisa saja dari makanan alam atau air. Selain itu, karena ini betina, kesengajaan meracun seperti kasus Bunta hampir tidak mungkin karena tidak ada gading yang bisa diperjualbelikan," kata Sapto.

Rubrik

Komentar

Loading...