Kembalikan Kerugian Negara, Dari Mana Tersangka Korupsi Proyek Pemeliharaan Jalan Jembatan Simeulue Peroleh Rp 1,4 Miliar?

Kembalikan Kerugian Negara, Dari Mana Tersangka Korupsi Proyek Pemeliharaan Jalan Jembatan Simeulue Peroleh Rp 1,4 Miliar?

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Para tersangka korupsi proyek pemeliharaan jalan jembatan pada Dinas PUPR Simeulue mengaku akan patuh mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

Mereka mengaku telah siap menghadapi resiko, meski tetap akan mengambil langkah pembelaan di depan pengadilan nanti.

Lihat: Lima Anak Buahnya Dipenjara Terkait Kasus Korupsi, Erli Hasim Sambangi Rutan Kajhu

Adapun kelima tersangka tersebut masing-masing adalah AL sebagai PPK, AH sebagai KPA, IG sebagai pejabat pengadaan dan PHO, YH sebagai PPTK, dan Breuh Firdaus sebagai PPK.

Sebelummnya, Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue Muhammad Ansar Wahyuddin mengatakan, dalam kasus tersebut, negara merugi Rp 5,7 miliar, berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan Aceh.

Adapun total nilai proyek tersebut mencapai Rp 10,5 miliar.

Lihat juga: Erli Hasim dan Jejak Proyek Pemeliharaan Jembatan Rp 10,8 Miliar yang Diduga Fiktif di Simeulue

Dari nilai kerugian itu, kata Muhammad Ansar, telah dikembalikan sebanyak Rp 1,4 miliar.

Sementara salah seorang tersangka, Breuh Firdaus mengatakan, hitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan Aceh wajar-wajar saja, karena itu merupakan haknya para ahli.

“Namun itu sifatnya masih dugaan. Kita juga nanti ada ahli pembandingan,” katanya saat ditemui BERITAKINI.CO di Rutan Kajhu, Senin (1/2/2021).

Dia menjelaskan, paket-paket pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan tersebut dikerjakan pada 2017.

“Sementara diperiksa oleh ahli pada 2020. Jadi ada rentang waktu tiga tahun. Sementara ini pekerjaan pemeliharaan. Jangankan pekerjaan pemeliharaan, aspal sekali pun bisa hancur dengan kondisi alam yang ada di Simeulue,” katanya.

Namun Breuh tak menampik bahwa proyek-proyek tersebut dikerjakan sendiri oleh mereka.

Lihat: Begini Modus Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Jembatan Kuras Rp 5,7 Miliar APBD Simeulue

“Ada sebagian yang memang, sesuai dengan BAP di Polda Aceh. Kita ada meminjam perusahaan dengan kompensasi bervariasi,” katanya.

Tapi dia mengaku tak memperoleh keuntungan dari pengerjaan proyek tersebut karena biaya operasional cukup tinggi.

"Jadi saat proses pengerjaannya lama, membutuhkan waktu, siang dan malam. Sehingga kalau keuntungan besar, lalu dibagi-bagi, itu tidak ada," katanya.

Adapun uang yang digunakan untuk mengembalikan kerugian negara Rp 1,4 miliar dari total Rp 5,7 miliar, kata Breuh, diperoleh dari uang pribadi para tersangka.

“Uang pribadi kami, jual harta dan segala macam,” katanya.

Dia juga meminta bupati minta bupati Simeulue untuk memberikan dukungan kepada mereka, terutama dukungan moral.

“Tapi jika melanggar hukum, tentu kami juga tidak akan memaksa,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...