Kejati Periksa Kadis PUPR Aceh Terkait Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih BPKS 2017

Kejati Periksa Kadis PUPR Aceh Terkait Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih BPKS 2017
Bekas Pejabat Pembuat Komitmen BPKS Makinuddin Asmar

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh telah memeriksa sejumlah bekas pejabat pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Salah satu mantan pejabat yang diperiksa adalah Fajri, yang saat ini menjabat sebagai kepala Dinas PUPR Aceh.

Fajri telah menjalani pemeriksaan pada Senin, 21 September 2020 lalu, dalam kapasitasnya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BPKS pada Proyek Pembangunan Jaringan Air Bersih di Pulo Breueh TA 2017.

Selain itu, diperiksa juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPKS Makinuddin Asmar.

Adapun nilai kontrak proyek itu sendiri mencapai Rp 13 miliar dikerjakan PT Rah Rah Red dengan volume jaringan dari Gugop sampai ke PPI.

Tapi tidak fungsional, kendati sudah menyerap anggaran senilai Rp 13 miliar tersebut.

Sementara proyek 2017 tak fungsional alias air tak mengalir, BPKS melanjutkan proyek air bersih tersebut pada 2018 dengan pembangunan jaringan dari PPI sampai Lampuyang.

Proyek ini dikerjakan PT Lubok Indah dengan nilai kontrak Rp 5 miliar. Tapi lagi-lagi, air juga tak mengalir alias tak fungsional.

Kasipenkum Humas Kejati Aceh Munawal mengatakan, penyidik juga telah memanggil KPA proyek tahun anggaran 2018 tersebut yakni Zaldi serta Pejabat Pembuat Komitmen BPKS 2018 Yudi Saputra.

Lihat juga: Polda Periksa Kadis PUPR Aceh Terkait Dugaan Pat Gulipat Proyek Jalan di Pulo Aceh

Selain itu, penyidik juga telah memanggil bekas kepala BPKS Sayed Fadhil dalam kapasitasnnya sebagai Pengguna Anggaran Tahun Anggaran 2018.

Sementara untuk pemeriksaan terhadap rekanan akan dijadwalkan kemudian.

"Masih di tingkat PPK, KPA," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...