Kejati Aceh Tingkatkan Kasus Korupsi Proyek Pemecah Ombak Pantai Susoh Rp 11,7 Miliar ke Penyidikan

Kejati Aceh Tingkatkan Kasus Korupsi Proyek Pemecah Ombak Pantai Susoh Rp 11,7 Miliar ke Penyidikan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh meningkatkan status kasus korupsi proyek pemecah ombak (breakwater) Pantai Susoh, Kabupaten Abdya, ke tahap penyidikan, Senin (9/8/2021).

Peningkatan status kasus tersebut diputuskan setelah tim penyelidik melakukan ekspose hasil penyelidikannya yang menemukan unsur tindak pidana pada proyek senilai Rp 11,7 miliar, setelah adendum, tersebut.

Ekpose yang dihadiri langsung Kajati Aceh Muhammad Yusuf tersebut juga disiarkan singkat pada akun Facebook Kejati Aceh.

Dilihat BERITAKINI.CO, dalam uraiannya, tim penyelidik mengatakan, proyek milik Dinas Pengairan Aceh itu dilaporkan selesai atau PHO pada November 2017 lalu, dengan masa pemeliharaan selama enam bulan. 

Namun proyek tersebut tak pernah sampai pada tahap Serah Terima Akhir Pekerjaan atau Final Hand Over (FHO) lantaran kondisinya yang telah rusak.

Penyelidik menduga penyebab kerusakan akibat material yang digunakan tak sesuai dengan spesifikasi.

Itulah di antaranya, tim penyelidik akhirnya menyimpulkan bahwa terdapat unsur tindak pidana pada pekerjaan Breakwater Pantai Susoh tersebut.

Penyelidik juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan terutama terhadap rekananan dan pejabat Dinas Pengairan Aceh.

Adapun rekanan pelaksana proyek tersebut adalah PT Polanda Mutiara Aceh.

Sementara Kuasa Pengguna Anggara Dinas Pengairan Aceh saat itu adalah M Zuardi, kini Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Aceh.

Sementara Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan proyek tersebut adalah Heri.

Rubrik

Komentar

Loading...