Kejari Aceh Tenggara Kantongi Nilai Kerugian Negara Kasus Korupsi Benih Jagung

Kejari Aceh Tenggara Kantongi Nilai Kerugian Negara Kasus Korupsi Benih Jagung

BERITAKINI.CO, Kutacane | Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara Syaifullah mengatakan telah menerima hasil audit kerugian negara atas kasus korupsi Pengadaan Benih Jagung Hibrida pada Dinas Pertanian setempat tahun anggaran 2020. 

Sebelumnya, jaksa penyidik telah menetapkan empat  tersangka dalam kasus tersebut. 

Mereka masing-masing, mantan kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, AB; Pejabat Pembuat Komitmen, SP; Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Aceh Tenggara, KN; dan Kontraktor Pelaksana, KP.

“Jadi untuk Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) oleh BPKP RI Perwakilan Aceh sudah keluar, nilainya Rp 920 juta,” katanya, Senin (8/11/2021).

Syaifullah mengatakan, jaksa kini tengah melengkapi berkas para tersangka tersebut untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Diketahui, Dinas Pertanian Aceh Tenggara menggelontorkan Rp 2,8 miliar untuk Pengadaan Bibit Jagung Hibrida Jenis NK 017 tersebut pada 2020.

Rekanan pelaksanan pengadaan itu adalah PT Fatara Julindo Putra.

Hasil penyelidikan, para tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum pada pelaksanaan pengadaan bibit tersebut.

Pada awal Januari 2020, tersangka AB, KP dan KN bertemu dengan pihak distributor berinisial S selaku perwakilan dari CV Candi Agro Mandiri di Kota Medan, Sumatera Utara.

Mereka awalnya menanyakan ketersediaan bibit Jagung Hibrida Jenis KN 017, kemudian S menyatakan bahwa bibit jagung itu ada tersedia dengan harga Rp 68 ribu per kilogram.

Selanjutnya pada Oktober 2020 perwakilan dari CV Candi Agro Mandiri itu kembali berjumpa dengan calon rekanan yakni KP bersama KN.

Dan pertemuan itu berlangsung kantor Candi Agro Mandiri di Kota Medan. 

"Dalam pertemuan tersebut mereka melakukan penawaran harga bibit jagung hibrida NK 017 menjadi Rp 62,5 ribu per kilogram.

"Selanjutnya SP selaku PPK Kegiatan Pengadaan Bibit Jagung Hibrida pada 7 September 2020 mengajukan permohonan lelang pekerjaan pengadaan barang dan jasa kepada Bupati Aceh Tenggara Cq Kabag UKPBJ Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara dengan HPS sebesar Rp 98 ribu per kilogram," katanya.

Kemudian ditunjuklah perusahaan pemenang lelang yakni PT Fatara Julindo Putra dari tiga perusahaan yang mengikuti lelang. 

Setelah itu, pada 6 Oktober 2020 ditandatangani kontrak kerjasama antara PPK pengadaan bibit jagung dengan PT Fatara Julindo.

Pada 27 November 2020 dilakukan pengiriman bibit jagung NK 017 sebanyak 29.400 kilogram dari Medan kepada PT Fatara Julindo Putra di Aceh Tenggara.

Rubrik

Komentar

Loading...