Kata Muzakir Manaf Soal Interpelasi DPRA Terhadap Nova

Kata Muzakir Manaf Soal Interpelasi DPRA Terhadap Nova
Muzakir Manaf

BERITAKINI.CO, Singkil | Relasi politik DPRA dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sedang panas.

DPRA, yang didominasi Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) pimpinan Muzakir Manaf, bahkan sampai melancarkan interpelasi untuk bisa mendengar penjelasan dari Pemerintah Aceh atas sejumlah kebijakan yang dinilai berdampak luas pada masyarakat.

Pangkal persoalan boleh dikatakan berawal dari sengkarut pelaksanaan proyek multi years 2020-2022 senilai lebih dari Rp 2 trilun.

Proyek-proyek infrastruktur jalan itu terakomodir dalam Qanun APBA 2020 atas dasar MoU antara pimpinan DPRA periode 2014-2019 dengan Pemerintah Aceh.

Namun MoU dibatalkan DPRA periode 2019-2024 lantaran proses penganggarannya diduga tak sepenuhnya sesuai peraturan perundang-undangan.

DPRA lantas mengusulkan pembangunan dilakukan dengan skema tahun per tahun, lewat pembahasan bersama eksekutif-legislatif. Tapi Pemerintah Aceh tetap ngotot menjalankan skema multi years.

"Menurut kaca mata saya, memang pembangunan itu penting. Kita sepakat memajukan Aceh. Cuma ada tahapan dan peraturannya. Ini peraturan jangan dilanggar," kata Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf saat saat ditemui di sela-sela Musyawarah Wilayah Partai Aceh (PA) Aceh Singki, Selasa (29/9/2020).

Muzakir Manaf mengakui, relasi politik DPRA-Nova Iriansyah memburuk lantaran faktor komunikasi.

"Apa salahnya membangun komunikasi yang baik dengan DPRA. Ini yang paling fatal. Saya tahu lah macam mana keadaan (sekarang)," katanya.

"Kenapa mereka selalu bertengkar? Tentu ada sesuatu hal. Mungkin tidak ada kebersamaan. Itu saja."

Dia pun berharap hal itu bisa segera mencair.

"Kita harapkan, ya mudah-mudahan, semua bisa bekerja sama. Semua berdasarkan kesepakatan, dan tidak ada yang dilanggar," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...