Kata Kepala Dinas Syariat Islam Soal Kepala Bappeda Langsa yang Dimandikan Comberan

Kata Kepala Dinas Syariat Islam Soal Kepala Bappeda Langsa yang Dimandikan Comberan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ibarat jatuh ketimpa tangga. Boleh dikatakan begitulah nasib yang dialami Said Fadly.

Kepala Bappeda Kota Langsa ini digerebek warga saat sedang berduaan dengan seorang perempuan bernama Dewi Kurniati, di Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Langsa, Sabtu (28/7/2018). Keduanya lantas dimandikan comberan oleh warga.

Celakanya, dari sana diketahui bahwa Said telah menikah untuk kedua kalinya. Dan itu diduga dilakukan secara diam-diam, alias tanpa sepengetahuan istri dan atasannya. Tak heran, Said yang juga seorang PNS tersebut terancam hukuman disiplin untuk kategori berat.  

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Ibrahim Latif yang dikonfirmasi membenarkan kejadian yang dialami Said Fadly itu. Ia pun mengatakan bahwa telah memanggil dan memintai keterangan dari kedua belah pihak.

“Benar, pagi tadi pukul 10.00 WIB, Kami sudah memanggil kedua belah pihak untuk kita mintai keterangan atas kejadian ditangkapnya pasangan ini dan dimandikan air comberan oleh warga,” kata Ibrahim.

Dewi Kurniati sendiri hadir bersama kakak dan abang kandungnya. Sementara dari pihak Said Fadly, diwakili oleh Geuchik Langsa Lama Antoni. Gampong Langsa Lama adalah tempat Said Fadly berdomisili selama ini.

Dari sana diketahui bahwa antara Said Fadly dan Dewi Kurniati telah menikah siri. Dan itu berlangsung di Binjai, Sumatera Utara pada Februari 2018 lalu.

Baca: Heboh Video Mirip Kepala Bappeda Langsa Ditangkap Warga Bersama Seorang Wanita

Menurut Ibrahim, dari pengakuan keduanya, mereka menikah secara diam-diam, alias tanpa izin dari istri dan atasan Said Fadly. Dewi Kurniati sendiri adalah janda dua anak yang saat ini juga tercatat sebagai pegawai honorer di Bappeda Langsa. Mereka dinikahkan oleh kadi liar dengan mahar 3 mayam emas.

“Jadi kalau benar pengakuan mereka berdua sudah menikah siri, secara agama sudah sah dan tidak ada masalah. Hanya saja karena Said seorang pegawai negeri, ini termasuk melanggar undang-undang kepegawaian dan itu menjadi domainnya wali kota,” katanya.

Komentar

Loading...