Kata Calon Suami Mahasiswi yang Meninggal Tergantung di Aceh Besar Kepada Polisi

Kata Calon Suami Mahasiswi yang Meninggal Tergantung di Aceh Besar Kepada Polisi
Lia Yulrifa | Foto: Intagram

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Meninggalnya Lia Yulrifa, seorang mahasiswi Fakultas Pertanian Unsyiah Banda Aceh, sempat menghenyak publik. Pasalnya, Lia ditemukan dalam keadaan tergantung.

Selain itu, terdapat juga sepucuk surat di lokasi tewasnya Lia, di sebuah rumah kontrakan di Gampong Meunasah Papeun, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, kemarin.

Isi surat seakan mengonfirmasi bahwa Lia memang meninggal bunuh diri. Dalam surat itu Ia menukilkan kalimat permintaan maaf kepada keluarganya karena telah memilih jalan tersebut.

Meski tak secara jelas menyebutkan apa yang mendasari dia mengambil tindakan nekat tersebut.

Baca: Mahasiswi Nagan Raya yang Ditemukan Meninggal Tergantung di Aceh Besar Sempat Menulis Sepucuk Surat

Di dunia maya, kasus kematian Lia ini juga menjadi perbincangan hangat netizen. Sebagian di antaranya tak sepenuhnya yakin Lia meninggal bunuh diri.

Namun polisi sejauh ini memang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Kapolres Banda Aceh melalui Kapolsek Krueng Barona Jaya Iptu M Hasan yang dikonfirmasi mengatakan, polisi juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait kematian Lia tersebut.

“Ada tiga saksi yang kita mintai keterangan. Dua di antaranya adalah warga gampong setempat, satu lainnya calon suami Lia Yulrifa, Hendra,” kata Hasan, Kamis (22/8/2019).

“Dugaan sementara Lia Yulrifa meninggal dunia disebabkan bunuh diri dengaan cara gantung diri, itu dugaan sementara.”

Dari hasil penglihatan fisik korban, kata Hasan, belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya.

“Namun demikian, untuk adanya kepastian, polisi tetap akan menunggu hasi visum yang sudah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Zainoel Abidin,” katanya.

Sementara dari informasi calon suami Lia yakni Hendra, mereka sejatinya akan menikahi pada Jumat, 23 Agustus 2019.

“Hendra sempat menelpon Lia Yulrifa pada Selasa, 20 Agustus 2019. Terjadi komunikasi antara mereka berdua. Namun saat dihubungi lagi sekira pukul 23.00 WIB, Lia tak mengangkat panggilan teleponnya. Dan esok harinya, Lia telah ditemukan meninggal,” kata Hasan.

Saat ini, kata M Hasan, jenazah Lia Yulrifa sudah dijemput oleh keluarganya dan sudah dibawa pulang ke Nagan Raya.

“Polisi  sedang menunggu satu orang lagi saksi, Putri Eliza, yaitu adik sepupu Lia Yulrifa yakni orang yang pertama kali melihat kejadian tersebut,” kata M Hasan.

Rubrik

Komentar

Loading...