Kasus Sapi Kurus IBI Saree, Polda Aceh Didesak Tetapkan Tersangka

Kasus Sapi Kurus IBI Saree, Polda Aceh Didesak Tetapkan Tersangka

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta Polda Aceh segera menetapkan tersangka dugaan penyimpangan pada pengadaan sapi di UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) Saree, di Dinas Peternakan Aceh. 

"Kita mendesak Polda Aceh segera menetapkan tersangka kasus sapi kurus tersebut agar ada kepastian hukum,” ujar Koordinator MaTA Alfian, Senin (22/3/2021).

Menurutnya, ada tiga hal yang membuat Polda Aceh harus segera menetapkan tersangka.

"Pertama mengingat kasus ini sudah terlalu lama, kedua sudah adanya kerugian negara, dan ketiga sudah masuk dalam tahap penyidikan bahkan disebut akan menggelar perkara untuk meningkatkan ke penyidikan,” ucapnya.

MaTA, kata Alfian, melihat proses tersebut sudah selesai di tingkat penyidik.

Lihat: Polisi Rampungkan Penyelidikan Dugaan Penyimpangan Sapi Kurus IBI Saree

Selain itu, berdasarkan hasil monitoring pihaknya, terlihat jelas adanya indikasi kerugian negara dan seharusnya sudah mencukupi unsur dan alat bukti penetapan tersangka.

"Ini bukan saja proses penetapan tersangka, namun juga harus dilakukan penahanan,” katanya.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh sebelumnya mengaku telah mengantongi identitas calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

"Insya Allah kita naik sidik dan akan tetapkan tersangka, tersangka lebih dari dua orang, nanti kita sampaikan habis gelar perkara,” kata Direskrimsus Polda Aceh Kombes, Margiyanta pada Senin, 18 Januari 2021 yang lalu.

Margiyanta saat itu mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan terungkap sapi-sapi kurus di UPTD IBI Saree tersebut bukan hanya didatangkan dari Aceh, tapi juga dari Pulau Jawa.

"Dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan hewan ternak tersebut didatangkan atau beli di pasar bebas bukan di tempat pembibitan,” katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, Polda Aceh belum menetapkan tersangka dan masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara (PKN) oleh BPKP Perwakilan Aceh.

"Penyidik belum menetapkan tersangka dan masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara oleh tim audit BPKP Aceh dan mengumpulkan barang bukti,” katanya Sabtu pekan lalu.

Rubrik

Komentar

Loading...