Kasus Permerkosaan Anak Kandung: JPU Tuntut Abang-Adik Asal Lhoknga 200 Bulan Penjara

Kasus Permerkosaan Anak Kandung: JPU Tuntut Abang-Adik Asal Lhoknga 200 Bulan Penjara

BERITAKINI.CO, Jantho | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jantho menuntut DP (35) dan MA (33), yang merupakan terdakwa pemerkosa anak di bawah umur, masing-masing 200 bulan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidan lanjutan perkara itu, Selasa (23/3/2021) di Ruang Sidang Utama Mahkamah Syar’iyah Jantho.

Dalam tuntutan, JPU menyampaikan bahwa abang-adik asal salah satu gampong di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, itu terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya sebagaimana ketentuan Pasal 49 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho melalui Humasnya Tgk Murtadha Lc mengatakan bahwa berdasarkan hukum acara jinayat, terhadap tuntutan JPU tersebut terdakwa mempunyai hak untuk membela diri dan mejelis hakim memberi kesempatan kepada masing-masing terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang 30 Maret 2021 yang akan datang.

Lihat juga: Kasus Abang-Adik Perkosa Anak Kandung di Lhoknga, Ternyata Begini Kronologis yang Terungkap ke Penegak Hukum

Para terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya menyatakan sangat keberatan dengan tuntutan JPU Kejari Aceh Besar dan akan mengajukan pledoi (pembelaan) pada sidang selanjutnya.

Sebagaimana diketahui perkara ini sempat menghebohkan masyarakat Aceh Besar, terutama karena korban pemerkosaan merupakan anak kandung MA, yang artinya juga keponakan DP.

Rubrik

Komentar

Loading...