Kasus Penggelapan Beras, Mantan Kabid BPBD Pidie Jaya Divonis 5,6 Tahun Penjara

Kasus Penggelapan Beras, Mantan Kabid BPBD Pidie Jaya Divonis 5,6 Tahun Penjara

BERITAKINI.CO, Sigli | Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pidie, akhirnya membacakan vonis untuk terdakwa penggelapan beras bantuan bencana alam di BPBD Pidie Jaya, Selasa (30/10/2018).

Sebelumnya sidang sempat tertunda karena putusan terhadap salah satu terdakwa belum siap. Harusnya vonis dibacakan, Kamis (‎18/10/2018).

Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhi vonis terhadap mantan Kabid Kedaruratan dan Logistik di BPBD Pidie Jaya Mansur Ibrahim, 5,6 tahun penjara.

Baca: Penggelapan Beras Bantuan BPBD Pijay, Jaksa Tuntut Terdakwa 5,6 Tahun Penjara dan Denda Rp 6 Miliar

Vonis tersebut dibacakan oleh hakim ketua Muhammad Nazir SH MH, dengan hakim angggota Yusmadi SH MH dan Budi Sunanda SH MH di ruang sidang di PN setempat.

"Terdakwa Mansur terbukti secara dah dan meyakinkan bersalah terhadap penyalahgunaan wewenang pengelolaan sumberdaya bantuan pada BPBD Pidie Jaya," ujar Ketua Majelis Hakim, Muhammad Nazir SH MH

Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa Mansur, sama dengan yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Meureudu, yakni 5,6 tahun penjara dan denda Rp 6 miliar.

Baca: Alamak, 975 Kg Beras untuk Masyarakat Miskin di Pidie Dicuri

Usai membacakan vonis, majelis hakim mempersilahkan kepada Mansur untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Setelah dipersilahkan majelis hakim, terdakwa Mansur melakukan koordinasi dengan kuasa hukumnya, Muharramsyah MH.

Kepada majelis hakim, terdakwa Mansur meminta waktu pikir-pikir untuk menentukan hukum selanjutnya.

Sementara dua terdakwa lain yakni tenaga honorer di BPBD Habban Bin Nu dan pemilik kilang padi Fadlun diputuskan dalam persidangan berikutnya sore tadi, karena berbeda berkas perkara.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...