Kasus Korupsi Telur Ayam di Dinas Peternakan Aceh, Negara Merugi Rp 2,6 Miliar

Kasus Korupsi Telur Ayam di Dinas Peternakan Aceh, Negara Merugi Rp 2,6 Miliar

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Penyidik Polresta Banda Aceh telah mendapatkan hasil audit kerugian negara dari kasus korupsi duit hasil penjualan telur ayam dengan tersangka mantan kepala UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh, Ramli Hasan; dan Bendahara Pembantu Muhammad Nasir.

Kasus inipun akan segera dilimpahkan ke Penuntut Umum dalam waktu dekat.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto mengatakan, proses penyelidikan kasus tersebut telah berlangsung sejak 2018 lalu.

Keduanya diduga tak menyetorkan duit hasil penjualan telur yang diproduksi UPTD BTNR tersebut tahun 2016-2018 dengan total Rp 13,3 miliar lebih.

“Hasil penjualan itu tidak dicatat pada buku kas umum (BKU) dan uang hasil penjualan telur digunakan untuk kepentingan pribadinya dan untuk biaya operasional UPTD BTNR tanpa disetorkan ke dalam kas daerah terlebih dahulu,” katanya, Selasa (3/12/2019).

“Akibat perbuatan yang dilakukan tersangka negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,6 miliar lebih.”

Baca: Diduga Korup Uang Telur Ayam, Dua Mantan Pejabat Dinas Peternakan Aceh Jadi Tersangka

Kerugian keuangan tersebut, kata Trisno, berdasarkan hasil laporan audit perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh auditor BPKP Perwakilan Aceh.

Dalam kasus itu, kata Trisno, penyidik telah memeriksa sebanyak 27 saksi dan melakukan sejumlah penyitaan barang bukti, antara lain, uang tunai hasil penjualan telur yang pernah diberikan tersangka kepada seorang saksi sebesar Rp 3 juta, uang tunai hasil penjualan telur UPTD BTNR tahun 2018 sebesar Rp 114,1 juta lebih.

Rubrik

Komentar

Loading...