Kasus Korupsi Pemeliharaan Jalan Jembatan Simeulue Berlabuh di Pengadilan Tipikor

Kasus Korupsi Pemeliharaan Jalan Jembatan Simeulue Berlabuh di Pengadilan Tipikor

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kasus korupsi pemeliharaan jalan-jembatan Simeulue memasuki babak baru. Kejaksaan telah melimpahkan perkara tersebut ke pengadilan.

Sidang perdana kasus itu pun telah digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh, kemarin.

Dengan agenda pembacaan dakwaan, sidang dilangsungkan secara virtual, di mana lima terdakwa mengikuti lewat telekonferen dari Rutan Kajhu, tempat mereka ditahan.

Kelima terdakwa itu masing-masing, Ali Hasmi, selaku kepala Dinas PUPR Simeulue tahun 2017 yang juga Pengguna Anggaran; Bereueh Firdaus, selaku Kabid Bina Marga Dinas PUPR Simeulue periode September 2017 hingga sekarang, yang juga PPK Kegiatan Pemeliharaan Jalan-Jembatan tersebut; Afit Linon selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK); Iis Wahyudi  selaku Pejabat Pengadaan, Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan Petugas Admin Sirup pada Dinas PUPR Kabupaten Simeulue; dan Dedi Alkana, selaku Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Simeulue.

Dalam perkara ini, terdapat enam Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Aceh. Mereka dibagi dalam lima tim untuk masing-masing terdakwa.

Jalannya sidang

Hakim mempersilahkan JPU untuk membacakan surat dakwaaanya. Namun JPU tak membacakan berkas dakwaan masing-masing terdakwa. JPU hanya membacakan berkas dakwaan Dedi Alkana karena dianggap telah mewakili semua terdakwa.

Kelimanya didakwa melakukan kesepakatan dan turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Di mana mereka disangkakan telah merugikan negara sebesar Rp 5,7 miliar sesuai dengan penghitungan kerugian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh.

Kerugian itu muncul dari selisih pekerjaan 70 paket pemeliharaan jalan-jembatan yang dikerjakan para terdakwa pada 2017 lalu dengan anggaran senilai Rp 10,7 miliar.

Di mana pada 21 sampai dengan 24 Juni 2020, telah dilakukan pemeriksaan fisik dan volume hasil pekerjaan 70 paket pemeliharaan jalan dan jembatan yang tersebar di Kota Sinabang, Kecamatan Simeulue Timu, Kecamatan Simeulu Tengah dan Kecamatan Barat tersebut yang dilakukan oleh Tim ahli dari Politeknis Negeri Lhokseumawe juga disaksikan oleh Tim Penyidik, PPK Dinas PUPR Simeulue, PPTK Dinas PUPR Simeulue, Pengawas Lapangan PJPH rekanan pelaksana yakni 19 perusahaan, pelaksana lapangan (peminjam perusahaan).

Usai dakwaan dibacakan, sidang akan dilanjutkan Rabu pekan depan untuk agenda pembacaan eksepsi terdakwa.

Rubrik

Komentar

Loading...