Kasus Korupsi Furniture RSUD Pijay, Penyidik Tetapkan Dua Tersangka Baru

Kasus Korupsi Furniture RSUD Pijay, Penyidik Tetapkan Dua Tersangka Baru

BERITAKINI.CO, Pidie Jaya | Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya, menetapkan dua tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan furniture nurse station di ruang rawat inap RSUD Pidie Jaya.

Dua tersangka tersebut, masing-masing Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berinisial F dan seorang PNS di lingkungan Pemerintah Pidie Jaya berinisial R.

Baca: Jadi Tersangka, Rekanan Pengadaan Furniture di RSUD Pijay Dijebloskan ke Penjara

Kasi Intel Kejari Pidie Jaya Sutrisna kepada BERITAKINI.CO, Rabu (31/10/2018) mengatakan, penetapan status tersangka terhadap F dan R setelah pihaknya melakukan pengembangan serta melakukan pemeriksaan terhadap keduanya.

“Sebelum ditetapkan sebagai tersangka mereka telah tiga kali kita lakukan pemeriksaan,” kata Sutrisna.

Baca: Dugaan Korupsi Furniture RSUD Pijay, MaTA Minta Penyidik Buru Tersangka Baru

Kata dia, tersangka F merupakan PPTK dalam proyek pengadaan furniture nurse station.

“Sebagai PPTK seharusnya dia melakukan pemeriksaan kegiatan tersebut secara detail, jangan langsung menandatangani yang diajukan rekanan mencapai 100 persen. Tapi kenyataannya di lapangan itu belum mencapai 100 persen,” kata Sutrisna.

Sementara tersangka R, kata dia, berperan sebagai orang yang mencari perusahaan untuk tersangka atas nama Jailani yang sudah lebih dulu ditahan oleh jaksa.

“Untuk Direktur RSUD Pidie Jaya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), tim penyedik masih melakukan penyidikan,” kata Sutrisna.

Sebelumnya, penyidik Kejari Pidie Jaya menetapkan sekaligus menahan dua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan furniture di ruang rawat inap RSUD setempat.

Dua tersangka tersebut masing-masing Hasan Basri Bin A Jalil, selaku pengendali CV Aceh Daroy Indah, dan Jailani Bin M Gade, pelaksana pekerjaan. | NURZAHRI

Rubrik

Komentar

Loading...