Kasus KDRT Menurun, Pencabulan Anak di Bawah Umur Malah Meningkat di Pidie

Kasus KDRT Menurun, Pencabulan Anak di Bawah Umur Malah Meningkat di Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Sepanjang tahun ini Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Pidie telah menangani 46 kasus yang melibatkan perempuan dan anak.

Dari total itu, kasus pencabulan anak di bawah umur mendominasi dengan total 12 kasus, disusul kasus KDRT dan perebutan hak asuh anak masing-masing sembilan kasus. 

Kemudian kekerasan seksual anak enam kasus, anak pelaku kejahatan tiga kasus, selebihnya kasus pemerkosaan perempuan, pemukulan, penipuan dan pemerkosaan anak.

“Dibanding tahun lalu, kasus KDRT menurun, namun kasus pencabulan anak naik dari lima menjadi 12 kasus," kata Kepala Dinas DP3AKB Pidie Ainul Mardhiyah, Selasa (29/12/2020).

Menurut Ainul, banyak faktor yang mempengaruhinya meningkatnya kasus pencabulan anak, salah satunya penggunaan handphone yang selama ini dapat digunakan secara bebas. 

“Bukan hanya oleh anak-anak, tapi juga di kalangan orang dewasa juga kerap menyalahgunakan untuk hal-hal negatif,” katanya.

Terlebih, kondisinya semakin mudah karena anak-anak dibiarkan bebas nongkrong di warung kopi (warkop) sampai tengah malam tanpa pengawasan orang tua.

"Saya rasa ke depannya kita harus buat qanun gampong, untuk membatasi penggunaan handphone dan pemasangan wifi di warkop-warkop yang ada di gampong," katanya.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...