Kasus Human Trafficking di Pidie Jaya, Jaksa Tuntut Terdakwa Empat Tahun Penjara

Kasus Human Trafficking di Pidie Jaya, Jaksa Tuntut Terdakwa Empat Tahun Penjara

BERITAKINI.CO, Meureudu | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pidie Jaya, menuntut terdakwa kasus perdagangan manusia (human traffiking), Cut Marlina (55) empat tahun hukuman penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Cut Mailina Ariani, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya, Rabu (12/6/2019).

Baca: Berkas P21, Tersangka Kasus Human Trafficking di Pidie Jaya Segera Disidangkan

Menurut JPU, berdasarkan fakta-fakta persidangan terdakwa terbukti dan mengakui telah melakukan tindakan pidana human traffiking, sehingga dituntut empat tahun pidana penjara

"Ditambah denda Rp 150 juta subsidair 1 bulan kurangan," kata Cut Mailina Arian, membacakan tuntutan.

Usai dituntut, terdakwa mengajukan pembelaan yang pada pokoknya meminta keringanan hukuman. Namun jaksa penuntut tetap pada tuntutannya.

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Pidie Jaya, Aulia mengatakan, terdakwa dijerat dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdangan Orang, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Alasan jaksa menuntut Cut Marlina empat tahun penjara karena dalam kasus tersebut terdakwa hanya sebagai kaki tangan dari aktor utama, M Putra yang sudah ditetap dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Terdakwa bukan aktor utama dalam kasus ini, dia hanya turut serta, istilahnya dia itu sebagai kaki tangan," kata Aulia.

Baca: Dijanjikan Kerja Sebagai Asisten Pengacara di Malaysia, Wanita di Pidie ini Malah Jadi PRT

Faktor lainnya, karena selama proses persidangan, terdakwa bersikap sopan dan kooperatif, dengan mengakui semua perbuatannya di muka persidangan.

Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim dijadwalkan berlangsung pada Rabu depan (19/6/2019). 

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...