Kasihan, Petugas Pemilu di Simeulue Keguguran karena Kelelahan

Kasihan, Petugas Pemilu di Simeulue Keguguran karena Kelelahan
Anggota PPS dirawat di RSUD Simeulue karena mengalami keguguran saat bertugas.(Foto: IJN)

BERITAKINI.CO, Simeulue | Nurkhairisawati, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Simeulue, mengalami keguguran kandungan yang usianya memasuki lima minggu.

Ibu muda yang diketahui sebagai anggota PPS di Desa Langi, Kecamatan Alafan ini diduga keguguran akibat kelelahan saat menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu 2019.

Baca: Kawal Surat Suara saat Hamil Tua, Anggota PPS di Aceh Selatan Meninggal Dunia

"Risa sakit sejak sejak 20 April lalu," kata Camat Kecamatan Alafan, Edy Rahman, SIP, kepada BERITAKINI.CO, Sabtu (27/4/2019).

Menurut informasi diterimanya, kata Edy, Risa sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas setempat. Dari hasil pemeriksaan medis, kata Edy, dokter menyatakan bahwa Risa mengalami keguguran.

Belakangan Risa pun harus dirujuk ke RSUD Simeulue untuk mendapat perawatan intensif akibat keguguran.

Baca: Ibunda Meninggal, Bayi Anggota PPS Aceh Selatan Dirawat Intensif di RSUD Abdya

"Sampai kemarin masih dirawat di RSUD, saya belum mengetahui perkembangan terakhir," kata Edy yang mengaku sedang mengikuti diklat di Jakarta.

Diketahui, jumlah penyelenggara pemilu yang dirawat karena sakit di Aceh terus bertambah. Hingga 25 April 2019, KIP Aceh mencatat 40 orang lebih petugas pemilu harus dilarikan ke rumah sakit. Mereka berasal dari beberapa kabupaten/kota di Aceh.

Petugas yang dirawat tersebut yaitu angggota Linmas, PPK, KPPS, ketua PPS, dan sekretariat. Data nama-nama yang meninggal dan sakit ini sudah dilaporkan ke KPU Pusat.

Rubrik

Komentar

Loading...