Kapolresta Banda Aceh Klarifikasi Viralnya Pemberitaan Oknum Satlantas dan Pelanggar Lalulintas di Media Online

Kapolresta Banda Aceh Klarifikasi Viralnya Pemberitaan Oknum Satlantas dan Pelanggar Lalulintas di Media Online
Kapolresta Banda Aceh menunjukkan bukti tilang dan bukti pembayaran | Foto: Dok Polresta Banda Aceh

Banda Aceh | Kapolresta Banda Aceh Kombes Saladin membantah adanya tindakan dari oknum lantas yang mengambil uang langsung dari saku celana pelanggar lalu lintas di depan Masjid Raya, Banda Aceh.

Seperti dikutip tribratanewsaceh.com yang tayang Senin malam sekira pukul 23.00 WIB, Saladin mengatakan, “Tidak ada anggota Satlantas yang menguras atau merogoh saku pelanggar lalu lintas sebagaimana yang diberitakan disalah satu media online.”

Baca: Ibu Ini Curhat Duit Anaknya Ludes 'Disikat' Oknum Polantas di Depan Masjid Raya Banda Aceh

Semenjak isu ini beredar, kata Saladin, ia langsung memanggil kasat lantas dan anggota yang bertugas pada saat kejadian untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Mantan Kabid Humas Polda Aceh ini menjelaskan, saat ditilang, ada empat pelanggaran yang dilakukan pemotor tersebut, pertama melanggar marka jalan, kedua tidak memakai helm bagi penumpang dibelakang, ketiga tidak memiliki SIM dan ke empat tidak membawa STNK.

“Dari bukti lembar tilang dan sejumlah uang yang telah disetorkan ke kas Negara bahwa petugas sudah menjalankan sesuai prosedur proses penilangan dan kita telah mengarahkan kepada pelanggar agar menghadiri proses sidang di pengadilan pada tanggal yang telah ditentukan, namun apabila si pelanggar tidak bisa mengikuti proses sidang, pelanggar dapat membayar ke Bank BRI terdekat untuk melakukan proses pembayaran denda tilang melalui via ATM, sesuai dengan yang ditentukan aplikasi E-Tilang,” jelas Saladin.

Pada saat kejadian, kata Saladin, si pelanggar tidak mengerti cara menggunakan aplikasi E-Tilang, kemudian dia menitipkan denda tilang kepada petugas untuk disetorkan ke bank dengan bukti slip transfer ATM BRI.

Selain itu, Saladin menyayangkan adanya media yang memberitakan berita yang tidak ada konfirmasi terlebih dahulu tentang kebenaran kejadian tersebut dan hanya mengambil sumber dari sebelah pihak saja.

“Biasanya sebelum berita diturunkan rekan-rekan wartawan selalu konfirmasi apabila ada suatu kejadian yang bersinggungan langsung dengan petugas kita di lapangan,” tambahnya.

Selanjutnya Kapolresta juga sudah menghubungi pempred dari media online tersebut, dengan mengajak orang tua dan pelanggar itu sendiri untuk klarifikasi ke kantor malam itu juga, tetapi karena sudah larut malam pihak media online minta dilaksanakan besok pagi saja.

Sementara itu Pemimpin Redaksi BERITAKINI.CO Dadang Heryanto membenarkan bahwa Kapolresta Banda Aceh sempat menghubunginya malam tadi.

“Saya diajak untuk meluruskan berita karena dianggap sepihak, meski sesungguhnya saya telah mengungkapkan bahwa ada berita jawaban hasil konfirmasi pada Kasat Lantas Polresta Banda Aceh AKP Thomas,” katanya, Selasa (24/10/2017).

Menurut Dadang, dia juga sudah mengungkapkan pada Kapolres bahwa sebelum memberitakan telah lebih dulu mengkonfirmasi ke kasat lantas.

Baca: Oknum Polantas 'Sikat' Duit Pelanggar, Kasat Lantas Polresta Banda Aceh: Banyak Juga yang Mengada-ada!

“Namun saat itu kasat lantas sedang sibuk terkait pengamanan kedatangan Wakil Presiden, sehingga sama sekali tak memberi konfirmasi. Konfirmasi didapat kemudian, sehingga dibuat berita susulan sebagai jawaban dari keluhan masyarakat tersebut,” katanya.

Terkait rencana bertemu di Mapolresta Banda Aceh, kata Dadang, dia sudah menghubungi Kasat Reskirm AKPTaufik pagi tadi lewat sambungan telepon untuk menindaklanjuti rencana tersebut. Namun belum ada respon dari Taufik.

“Saya juga menghubungi pak kapolres, tapi belum ada jawaban,” katanya. [tribratanewsaceh.com | Mukhlisin]

Rubrik

Komentar

Loading...