Kapolres Pidie: Senjata Api Bekas Konflik Masih Ada di Masyarakat

Kapolres Pidie: Senjata Api Bekas Konflik Masih Ada di Masyarakat
Kapolres Pidie AKBP Ali Kadhafi menunjukkan senjata api yang diserahkan dua warga pada Senin lalu.

BERITAKINI.CO, Sigli | Aparat kepolisian Pidie mensinyalir bahwa senjata api sisa konflik masih ada di tangan-tangan masyarakat, khususnya di Pidie. Karena itu, polisi meminta agar senjata yang masih dikuasai itu diserahkan pada aparat ke amanan.

Hal ini disampaikan Kapolres Pidie AKBP M Ali Kadhafi dalam jumpar pers, Rabu (29/3/2019).

“Senpi yang dulu digunakan saat konfikkan tidak diketahui pasti jumlahnya. Yang jelas (sisa-sisanya) masih ada di tangan masyarakat. Kami meminta agar diserahkan pada polisi dan kami berjanji tidak akan memproses hukum,” kata Ali Khadafi.

Sepanjang 2017, kata Ali, pihaknya sudah berhasil mendapatkan dua senpi bekas konflik jenis AK 57. Yang pertama adalah senjata yang digunakan pelaku penembakan di Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Pidie, dan satu lainnya adalah AK 57 hasil penyerahan oleh masyarakat Kembang Tanjong baru-baru ini.

Khusus senjata yang diserahkan secara sukarela, kata Ali, dipastikan bukan senjata yang digunakan untuk aksi kriminal. “Yang bersangkutan tetap kita mintai keterangan,” tambah Ali Khadafi.

Sebelumnya diberitakan, dua warga Pidie menyerahkan sepucuk AK 57 kepada aparat kepolisian. Penyerahan itu dilakukan di kawasan Kembang Tanjong, Senin, 27 Maret 2017.

Baca: Dua Warga Pidie Serahkan Sepucuk AK- 56 ke Polres Pidie

Rubrik

Komentar

Loading...